Dugaan Korupsi Pengerukan Pelabuhan, Kejari Akan Panggil RJ Lino

Kompas.com - 27/02/2016, 09:58 WIB
Mantan Dirut PT Pelindo II Richard Joost Lino saat memenuhi panggilan penyidik di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/2/2016) Ambaranie Nadia K.MMantan Dirut PT Pelindo II Richard Joost Lino saat memenuhi panggilan penyidik di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/2/2016)
|
EditorCaroline Damanik
BENGKULU, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Bengkulu berencana akan memanggil mantan Direktur Utama Pelindo RJ Lino terkait dugaan tindak pidana korupsi pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, oleh PT Pelindo II, dengan total anggaran senilai Rp 286 miliar.

Kajari Bengkulu, I Made Sudarmawan, menegaskan kemungkinan seluruh petinggi PT Pelindo II ikut dipanggil untuk memenuhi pemeriksaan. Dia juga mengatakan, pihaknya pernah memanggil RJ Lino, namun dia tak pernah memenuhi panggilan tersebut.

“RJ Lino itu dipanggil, namun tidak pernah datang. Makanya kita panggil yang lain dulu, untuk melengkapi bukti,” kata Sudarmawan, Kamis (25/2/2016).

Sejauh ini, Kejari Bengkulu telah meminta dua ahli bidang pengerukan pelabuhan, termasuk melibatkan pihak perguruan tinggi. Fungsi ahli itu untuk mengetahui pengukuran dasar laut yang tidak bisa dijelaskan dengan pemikiran biasa, bersifat teknis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X