Pembina Pesantren Waria: Belajar Mengaji dan Shalat Mosok Enggak Boleh...

Kompas.com - 25/02/2016, 22:47 WIB
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al-Fatah Shinta Ratri
BANTUL, KOMPAS.com - Pembina Pesantren Waria Al-Fatah Kyai Muhaimin menyampaikan, penghentian aktivitas di ponpes yang berlokasi di Celenan, Banguntapan, Bantul, telah menghilangkan hak untuk menjalankan agama. Sebab, pesantren waria merupakan tempat mengaji dan belajar shalat.

"Saya pernah memfasilitasi mereka belajar agama di UnisNU Jepara, datang ke kiai-kiai. Lalu ziarah ke Makam Gus Dur juga," ucap Pembina Pesantren Waria Al-Fatah Kyai Muhaimin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/2/2016).

Muhaimin mengungkapkan, keputusan menghentikan aktivitas Pesantren Waria Al-Fatah tanpa batas waktu itu sudah menghilangkan hak untuk menjalankan agama dan beribadah. Pasalnya, selama ini kegiatan pesantren waria sangat positif, yakni bersama-sama belajar mengaji, belajar shalat, dan merayakan hari besar agama.

"Belajar mengaji dan shalat mosok enggak boleh? Itu menghilangkan hak untuk menjalankan agama," ujarnya.

Ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta ini mengaku, selama mendampingi, dirinya tidak pernah melihat adanya pesta miras dan karaoke di Pesantren Waria Al-Fatah. Bahkan, dirinya melihat warga tampak antusias dan senang ketika ada acara pengajian.

"Saat saya mengisi pengajian, saya melihat warga antusias datang dan senang," kata dia.

Pembina Pesantren Waria Al-Fatah Kyai Muhaimin menuturkan, rencananya akan ada lagi pertemuan lagi terkait Pesantren Waria Al-Fatah.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas Pondok Pesantren Waria Al-Fatah di Celenan, Banguntapan, Bantul, dihentikan sementara sampai waktu yang tak terbatas. Keputusan penghentian ini merupakan hasil dialog antara pihak ponpes, masyarakat, kepolisian, pemerintah, dan ormas pada Rabu (24/2/2016).



EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Regional
Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Tewas

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Tewas

Regional
Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Regional
8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

Regional
Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Regional
Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Regional
KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

Regional
Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Regional
Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Regional
Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Regional
Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Regional
Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Regional

Close Ads X