2 Pembalak Liar Ditangkap di Taman Wisata Alam Gunung Melintang

Kompas.com - 24/02/2016, 19:50 WIB
Dua pelaku pembalak hutan saat diinterogasi petugas SPORC di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Dokumen BKSDA KalbarDua pelaku pembalak hutan saat diinterogasi petugas SPORC di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
|
EditorErlangga Djumena
PONTIANAK, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengamankan dua pelaku penebangan liar didalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Melintang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (22/2/2016).

Dalam penangkapan tersebut, BKSDA menugaskan 18 personil Polisi Hutan Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Bekantan didukung 2 personil Sub Denpom Singkawang Kodam XII Tanjungpura untuk melaksanakan kegiatan patroli di kawasan tersebut.

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sustyo Iriono mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang diterima oleh Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, terkait adanya aktivitas penebangan liar didalam kawasan TWA tersebut.

Kedua pelaku penebangan yang ditangkap tersebut yaitu Sy (48) dan Bh (36). Keduanya merupakan warga Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. 

"Kedua pelaku tersebut tertangkap tangan oleh Tim SPORC ketika sedang menebang pohon dan membelah kayu dengan menggunakan gergaji mesin (chain saw) didalam kawasan TWA Gunung Melintang, tepatnya di Desa Sentaban, Kecamatan Sajingan Besar," ujar Sustyo, Rabu (23/2/2016).

Kedua pelaku kemudian di interogasi petugas dan langsung diamankan. Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit gergaji mesin, satu buah parang, empat jerigen berisi bensin dan oli, serta 40 batang kayu yang sudah diolah berbentuk balok.

Selanjutnya, kedua pelaku pembalak liar beserta barang buktinya diamankan dan dibawa ke penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Markas Komando Sporc di Pontianak.

"Berdasarkan alat bukti yang dimiliki, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan kedua pelaku sebagai tersangka akan menjadi titik masuk bagi Penyidik untuk menjerat keterlibatan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam kegiatan penebangan liar ini", ucap Sustyo.

Kedua pelaku akan dijerat pelanggaran dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 33 ayat (3) Jo. Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE, Pasal 50 ayat Jo. Pasal Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, dan Pasal 12 Jo. Pasal 82, Pasal 84 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahandan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X