Terungkap, Jaringan Prostitusi "Online" Bertarif Rp 1,5 Juta

Kompas.com - 23/02/2016, 12:10 WIB
Ilustrasi blogs.kqed.orgIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik
PONTIANAK, KOMPAS.com — Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Pontianak mengungkap jaringan prostitusi online di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Jumat (19/2/2016) malam.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul mengungkapkan, salah satu mucikari atau yang dikenal sebagai mami berinisial Li ditangkap karena terbukti menyediakan PSK. Li ditangkap seusai melakukan transaksi dengan salah satu lelaki hidung belang di hotel tersebut.

"Li ditangkap di salah satu hotel kawasan Jalan Gajah Mada. Saat itu, polisi juga mengamankan seorang perempuan yang menjadi korban Li," ungkap Andi Yul, Selasa (23/2/2016).

Penangkapan Li berawal dari penyelidikan panjang pihak kepolisian dan atas informasi masyarakat. Pendalaman penyelidikan kemudian dilakukan dan akhirnya bisa mengungkap tersangka.

Modus yang dilakukan tersangka adalah menyebar foto wanita yang ditawarkan melalui media sosial ataupun Blackberry Messenger. Pelanggan yang berminat bisa memilih PSK yang ditawarkan sesuai gambar tersebut.

"Setelah dipilih, tersangka kemudian mengantar PSK tersebut menemui pelanggan ke kamar hotel," ujar Andi.

Dalam setiap transaksi, Li menerapkan tarif sekitar Rp 1,5 juta. Dari hasil tersebut, Li mendapat komisi sebesar Rp 500.000.

"Saat ditangkap, polisi juga mengamankan uang sebesar Rp 500.000, satu handphone, dan kondom," katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, praktik prostitusi online ini sudah dilakukan sejak tahun 2011. Li diketahui merupakan otak dalam jaringan bisnis tersebut.

"Kami akan lakukan pendalaman terhadap tersangka, terkait kemungkinan masih ada jaringan lainnya, termasuk kemungkinan adanya korban yang sengaja didatangkan dari luar Kalbar," kata Andi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Diterkam Buaya Saat Ambil Wudu, Rusli Ditemukan Tewas dengan Luka Gigitan

Diduga Diterkam Buaya Saat Ambil Wudu, Rusli Ditemukan Tewas dengan Luka Gigitan

Regional
Misteri Mayat Bocah Perempuan di Subang, Kenakan Baju Worm Zone, Diduga Dibuang Pria dari Mobil Elf

Misteri Mayat Bocah Perempuan di Subang, Kenakan Baju Worm Zone, Diduga Dibuang Pria dari Mobil Elf

Regional
Polisi Usut Izin Perumahan SBG dan Pondok Daud di Lokasi Longsor Sumedang

Polisi Usut Izin Perumahan SBG dan Pondok Daud di Lokasi Longsor Sumedang

Regional
Siapakah Kristen Gray, WNA yang Cuitannya Soal Bali Viral di Twitter?

Siapakah Kristen Gray, WNA yang Cuitannya Soal Bali Viral di Twitter?

Regional
Sulbar Telah Dilanda 32 Kali Gempa Susulan, BMKG: Masyarakat Tetap Waspada

Sulbar Telah Dilanda 32 Kali Gempa Susulan, BMKG: Masyarakat Tetap Waspada

Regional
Banjir Bandang di Puncak Bogor, BPBD: Area Jalan Sudah Dipenuhi Lumpur...

Banjir Bandang di Puncak Bogor, BPBD: Area Jalan Sudah Dipenuhi Lumpur...

Regional
Tuding Ada Uang di Balik Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan, Warga Solo Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Tuding Ada Uang di Balik Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan, Warga Solo Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Imigrasi Bali Ancam Deportasi WNA yang Terus Langgar Protokol Kesehatan

Imigrasi Bali Ancam Deportasi WNA yang Terus Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Viral Video Banjir Bandang di Puncak Bogor, Warga Panik Berlarian Menyelamatkan Diri

Viral Video Banjir Bandang di Puncak Bogor, Warga Panik Berlarian Menyelamatkan Diri

Regional
Sepekan Penerapan PTKM, Satpol PP DIY Catat 366 Pelanggaran

Sepekan Penerapan PTKM, Satpol PP DIY Catat 366 Pelanggaran

Regional
Tiga Orang Diduga Tertimbun Bangunan di 3 Dusun Terisolir di Majene

Tiga Orang Diduga Tertimbun Bangunan di 3 Dusun Terisolir di Majene

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di 10 Kabupaten dan Kota di Maluku Dimulai Februari

Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di 10 Kabupaten dan Kota di Maluku Dimulai Februari

Regional
Bus Tabrak Warung, Sopir Mengaku Tak Hapal Jalan, Korban Teriak-teriak Tertimpa Etalase

Bus Tabrak Warung, Sopir Mengaku Tak Hapal Jalan, Korban Teriak-teriak Tertimpa Etalase

Regional
Ridwan Kamil: Kota Bekasi Paling Taat Protokol Kesehatan Se-Jabar, Depok Paling Tidak Taat

Ridwan Kamil: Kota Bekasi Paling Taat Protokol Kesehatan Se-Jabar, Depok Paling Tidak Taat

Regional
Bupati Banyumas: Tidak Bawa Hasil Tes Cepat Antigen Negatif, Enggak Boleh Masuk

Bupati Banyumas: Tidak Bawa Hasil Tes Cepat Antigen Negatif, Enggak Boleh Masuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X