Kompas.com - 22/02/2016, 20:20 WIB
Para tersangka pembunuhan saat digelandang petugas, Senin (22/2/2016) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Para tersangka pembunuhan saat digelandang petugas, Senin (22/2/2016)
|
EditorErlangga Djumena
DEMAK,KOMPAS.com - Jangan kencing sembarangan, bisa-bisa nyawa kita melayang.

Itulah yang dialami, M Toriqudin (23), warga Desa Gebanganom RT 02 RW 05, Kecamatan Bonang, Demak, gara-gara buang air di depan orang, ia harus kehilangan nyawanya.

Pelaku yang terdiri dari tiga orang, kini diamankan di Mapolres Demak. Mereka adalah Mukhlis Mubarok (19), warga Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Demak, Syafik Fadholi (20), dan Safaul Anam (20), keduanya warga Desa Weding, Kecamatan Bonang, Demak.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (17/2/2016) lalu, berawal saat para pelaku nongkrong di kawasan alun-alun Demak, di depan Kantor Kejaksaan Negeri Demak, korban yang berboncengan sepeda motor bersama temannya, pada saat melintas di depan para pelaku sembari berteriak menantang dan melakukan penghinaan.

Para pelaku yang tengah asyik bercengkrama itu,membiarkan saja ulah korban yang diduga sedang mabuk minuman keras. Selang beberapa waktu kemudian, korban datang sendirian dan kencing di depan para pelaku.

Karena emosi, pelaku mengeroyok korban, hingga akhirnya korban meninggal dunia.

"Awalnya kita diamkan saja. Tapi lama-lama kita emosi juga,mosok kencing di depan mata. Jelas tersinggung to mas, makanya kita hajar saja," kata Mukhlis, saat gelar perkara di Mapolres Demak, Senin (22/2/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya menyesal mas. Niatnya hanya memberi pelajaaran saja, tidak mengira kalau begini jadinya," ucap dia.

Menurut Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo, para tersangka diringkus oleh Unit Resmob Polres Demak, setelah pengembangan dan penyelidikan di TKP dan keterangan saksi mata.

"Ada empat tersangka, tiga berhasil kita amankan. Sedangkan satu orang berinisial S alias C yang merupakan pelaku utama, masih dilakukan pengejaran," ungkap AKBP Heru Sutopo.

"Para tersangka ini, kita jerat pasal 170 KUHP, dengan ancaman 12 tahun penjara," tegasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.