Kompas.com - 21/02/2016, 15:29 WIB
Hasil survei yang digelar Badan Litbang dan Penelitian Kompas pada 20-22 Januari 2016, sebagaimana tayang di print.kompas.com pada Selasa (26/1/2016), terkait kesiapan masyarakat membawa kantong plastik dari rumah setiap kali berbelanja. Balitbang KompasHasil survei yang digelar Badan Litbang dan Penelitian Kompas pada 20-22 Januari 2016, sebagaimana tayang di print.kompas.com pada Selasa (26/1/2016), terkait kesiapan masyarakat membawa kantong plastik dari rumah setiap kali berbelanja.
|
EditorErlangga Djumena
BANDUNG, KOMPAS.com — Pengusaha ritel di Bandung siap melaksanakan kebijakan kantong plastik berbayar. Sebenarnya, mereka sudah sejak lama berupaya menekan penggunaan sampah plastik.

"Sudah sekitar lima tahun terakhir ini kami berupaya menekan angka penggunaan kantong plastik. Hanya, perlu sosialisasi lebih lanjut agar masyarakat memanfaatkan fasilitas dari kami," ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia di Jabar, Henri Hendarta, di Bandung, Minggu (21/2/2016).

Senior Manager Yogya Grup ini pun bercerita tentang upaya perusahaannya untuk menjual kantong belanja non-plastik. Pihaknya sengaja memilih desain menarik agar konsumen tertarik.

Tak hanya Yogya, diet plastik sudah diterapkan supermarket Superindo sejak jauh-jauh hari. Mereka memberlakukan diskon atau potongan harga barang bagi konsumen yang tidak menggunakan kantong plastik untuk membawa belanjaan mereka.

Asisten Manajer Superindo di Jalan Antapani, Bandung, Rachmat Saputro, mengatakan, kasir di pusat perbelanjaan itu menawarkan kardus untuk membungkus makanan atau membeli green bag seharga Rp 9.000.

"Syukur-syukur kalau konsumen membawa kantong belanjaan sendiri," ujar Rachmat kepada Kompas.com.

Bagi konsumen yang tidak menggunakan kantong plastik, Superindo akan memberikan bonus berupa diskon sebesar Rp 100 setiap pembelanjaan Rp 100.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rachmat mengatakan, karena konsumennya berasal dari masyarakat kelas menengah ke atas dan sebagian besar memiliki mobil, maka mereka mau mengganti kantong plastik dengan kardus.

Kebijakan tersebut, sambung Rachmat, diberlakukan agar konsumen lebih tertarik untuk mengurangi sampah plastik. Bila dibandingkan, penggunaan satu dus sama dengan empat kantong plastik.

Contohnya, membungkus dua botol minyak goreng membutuhkan dua kantong plastik agar tidak jebol. Namun, membawa dua botol minyak goreng cukup menggunakan satu kardus.

"Kami sudah menerapkan kebijakan ini sejak lama sekali. Setiap kali kami order kantong plastik, jumlahnya terus menurun," imbuhnya.

Karena tempatnya sudah terbiasa dengan "diet" kantong plastik, ia mengaku tidak masalah dengan kebijakan baru ini. Pihaknya mendukung kebijakan plastik berbayar tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.