Menengok "Rafflesia Arnoldii" di Bukit Barisan Selatan

Kompas.com - 16/02/2016, 18:00 WIB
Kepala Bidang Teknis Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memeriksa bunga padma raksasa yang baru saja melewati fase mekar di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1/2016). KOMPAS/ANGGER PUTRANTOKepala Bidang Teknis Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memeriksa bunga padma raksasa yang baru saja melewati fase mekar di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1/2016).
EditorLaksono Hari Wiwoho

LAMPUNG, KOMPAS.com - Indonesia memiliki tiga jenis bunga yang menjadi identitas nasional. Salah satu bunga adalah bunga raksasa Rafflesia arnoldii. Flora yang berstatus terancam punah itu tak mudah ditemukan di sembarang tempat. Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan merupakan salah satu lokasi tumbuhnya flora endemik Indonesia itu.

Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terletak di jalan lintas Tanggamus-Pesisir Barat. Lokasinya di sebelah kanan jalan dari arah Tanggamus. Sekitar 100 meter dari jalan terdapat pondok jaga Rhino Camp sekaligus lokasi Plot Sample Permanen Bunga Padma Raksasa.

Kendati pada Minggu (31/1/2016) siang itu matahari sangat terik, pepohonan yang rapat dan rimbun di TNBBS mampu menahan sengatan panas matahari. Suara kumbang mendominasi ruang pendengaran. Di salah satu sudut hutan di antara rimbunnya pohon terdapat tunas bunga Rafflesia berwarna coklat kekuningan. Tunas bunga berukuran cukup besar berdimeter sekitar 30 sentimeter.

Tak jauh dari tunas itu tumbuh terdapat sejumlah tunas lain dengan ukuran lebih kecil menyerupai buah manggis.

Sekitar 15 meter dari lokasi kedua tunas itu terdapat bunga Rafflesia yang baru saja melewati fase mekar. Sisa-sisa bentuk utuh Rafflesia masih terlihat jelas. Kelima daun bunganya masih terlihat jelas meski mulai menghitam.

Sejumlah serangga kecil tampak terbang di dalam mulut bunga raksasa itu. Meski banyak serangga mengerubungi bunga Rafflesia, tak ada bau bangkai yang tercium. "Bau bangkai hanya keluar saat bunga Rafflesia sedang mekar sempurna. Ia hanya punya waktu 5-7 hari untuk mekar sempurna," ujar Kepala Bidang Teknis dan Konservasi TNBBS Muniful Hamid.

Muniful menjelaskan, bunga Rafflesia biasanya menempel di tanaman inang yang disebut liana. Liana berbentuk batang yang menyerupai akar pohon. Terkadang liana merambat di pohon. Namun, tak jarang liana juga merambat di tanah.

Fase pertumbuhan bunga, lanjut Muniful, membutuhkan waktu sembilan bulan. Namun, masa mekarnya hanya 5-7 hari. Lalu, padma layu dan mati.

"Saat mekar sempurna, bunga Rafflesia terlihat sangat menawan. Ukurannya yang besar menyerupai mahkota lengkap dengan lima daun bunga berwarna merah mencolok, membuat bunga tersebut terlihat garang," kata Muniful.

Rafflesia adalah tanaman yang tidak mengenal musim. Di Pal 50, bunga itu biasa muncul silih berganti, berpindah-pindah tempat. Khusus Juni hingga Juli, biasanya ada empat hingga lima bunga Rafflesia yang mekar secara bersamaan.

Bunga Rafflesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah penemuannya. Bunga itu pertama kali ditemukan tahun 1818 di hutan tropis di sekitar Bengkulu. Saat itu Gubernur Jenderal Hindia Belanda Thomas Stamford Raffles memimpin ekspedisi dengan dipandu Joseph Arnold. Keduanya menemukan bunga itu di sekitar Sungai Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan.

Gabungan kedua nama mereka Rafflesia Arnoldi menjadi sebutan untuk bunga itu. Dari sanalah Bengkulu mendapat julukan The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia. Hingga kini, Provinsi Bengkulu menggunakan bunga padma sebagai ikon daerah. (Angger Putranto)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Februari 2016, di halaman 23 dengan judul "Menengok 'Rafflesia Arnoldii' di Bukit Barisan Selatan".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali Sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali Sampai Korban Histeris

Regional
Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Regional
Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X