Kompas.com - 16/02/2016, 16:00 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANDA ACEH, KOMPAS — Sedikitnya 500 hektar kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan di Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, dan Muara Dua Kabupaten Pidie, Aceh, berubah menjadi perkebunan. Malah, sebagian warga memiliki sertifikat penguasaan atas tanah itu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Tahura Pocut Meurah Intan Muhammad Daud, Senin (15/2/2016), mengungkapkan, luas Tahura Pocut Meurah Intan 6.300 hektar. "Saat ini sekitar 500 hektar berubah jadi kebun warga," ujarnya.

Daud mengungkapkan, warga bukan hanya memanfaatkan lahan, melainkan sudah pada tahap menguasai. Hasil temuan, ada 10 orang yang memiliki sertifikat di kawasan Tahura. Ini sangat mengejutkan mengingat Tahura merupakan hutan lindung yang dikuasai oleh negara.

"Saat hendak kami tertibkan mereka menunjukkan sertifikat tanah. Kami mempertanyakan mengapa Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pidie mengeluarkan sertifikat di kawasan Tahura," ujar Daud.

Pantauan Kompas selama sepekan terakhir, aksi perambahan Tahura menjadi areal perkebunan berlangsung secara terangterangan. Areal yang dibuka terletak di sisi kiri-kanan jalan nasional yang melintasi Tahura. Di areal itu ditanami kakao, pisang, ubi, dan tanaman lain. Rumah tinggal dan warung juga mulai dibangun.

Pohon pinus jenis merkusii di kawasan tersebut banyak yang tumbang dan berwarna hitam seperti bekas terbakar. Saat berdiri di jalan yang menanjak, pemandangan yang terlihat di punggung bukit berupa hamparan kebun pisang.

Juru bicara Koalisi Peduli Hutan Aceh (PKHA), Effendi Isma, mengatakan, meski instruksi gubernur tentang moratorium logging atau jeda penebangan hutan telah dikeluarkan sejak 2007, aksi perambahan hutan lindung di Aceh seperti penebangan liar dan alih fungsi lahan menjadi kebun masih marak.

Pada 2014, PKHA mencatat terdapat 287 titik alih fungsi hutan menjadi wilayah tambang, kebun, dan lokasi pembangunan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Wilayah Aceh juga mencatat, sepanjang 2015, laju kerusakan hutan Aceh mencapai 9.140 hektar. Kerusakan hutan disebabkan alih fungsi, seperti dijadikan lokasi pembangunan jalan, perkebunan, pengembangan wisata, dan pabrik.

"Ini disebabkan penegakan hukum lemah. Seharusnya pemerintah tidak boleh kalah dari pelaku perambahan hutan," kata Effendi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.