Di Kediri, Valentine Pun Dilarang - Kompas.com

Di Kediri, Valentine Pun Dilarang

Kompas.com - 12/02/2016, 12:25 WIB
SHUTTERSTOCK ilustrasi

KEDIRI, KOMPAS.com 
— Semua sekolah yang ada di Kota Kediri, Jawa Timur, dilarang merayakan Hari Valentine. Hal ini berlaku setelah pemerintah setempat mengeluarkan surat edaran kepada pihak sekolah.

Surat edaran dengan Nomor 421.9/9b24/419.42/2016 itu dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan bertanggal 10 Februari 2016.

Edaran itu didasarkan pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Ada beberapa poin dalam surat tersebut. Poin pertama berisi larangan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan perayaan Valentine.

Pihak sekolah juga diminta meneruskannya dengan membuat surat edaran kepada wali murid.

"Karena tidak sesuai dengan nilai moral, religius, dan kultur bangsa Indonesia," ujar Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, soal latar belakang penerbitan larangan itu, Jumat (12/2/2016).

Pihak Disdik, kata Siswanto, akan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan edaran itu. Disdik juga akan memberikan sanksi jika ada sekolah yang melanggarnya.

"Sanksinya, baik lisan maupun tulisan, sesuai dengan tingkat pelanggaran," imbuh Siswanto.


Kepala SMKN 2 Kota Kediri Mashari Kresna Ady mengaku menyambut baik terbitnya larangan itu. Bahkan, pihaknya sudah mulai menggelar kegiatan pengganti bagi para siswanya. "Kami menggelar kegiatan motivasi," kata Kresna.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Cari Bibit Lombok, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi yang Dikerubuti Lalat

Cari Bibit Lombok, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi yang Dikerubuti Lalat

Regional
Pengacara Novanto Berharap Hakim Pertimbangkan Pembelaan Terdakwa

Pengacara Novanto Berharap Hakim Pertimbangkan Pembelaan Terdakwa

Nasional
Kim Jong Un Jenguk Korban Kecelakaan Bus Wisata di Rumah Sakit

Kim Jong Un Jenguk Korban Kecelakaan Bus Wisata di Rumah Sakit

Internasional
Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional

Close Ads X