Bupati Banyuwangi Dapat Penghargaan Anugerah Kebudayaan

Kompas.com - 10/02/2016, 22:28 WIB
Abdullaz Azwar Anas, Bupati Banyuwnagi periode 2010-2015 mendapatkan penghargaan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2016 yang di selenggarakan di kawasan Mandalika Lombok Nusa Tenggara Barat ISTIMEWA Abdullaz Azwar Anas, Bupati Banyuwnagi periode 2010-2015 mendapatkan penghargaan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2016 yang di selenggarakan di kawasan Mandalika Lombok Nusa Tenggara Barat
|
EditorErvan Hardoko
LOMBOK, KOMPAS.com - Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi terpilih masa jabatan 2016-2021 menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat Selasa (9/2/2016).

Penghargaan tersebut diberikan Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan kebudayaan.

Yusuf Susilo Hartono, Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI, saat dihubungi Kompas.com menjelaskan pada masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, Kabupaten Banyuwangi berhasil mengembangkan daerah dengan mengutamakan tradisi lokal.

"Terlihat dari festival-festival yang diselenggarakan di Banyuwagi yang mengusung budaya lokal. Dalam penilaian kami beliau serius dan konsisten selama memimpin Kabupaten Banyuwangi periode 2010-2015," kata Yusuf.

Sementara itu, Margiono Ketua Umum PWI menjelaskan dengan penghargaan tersebut diharapkan memberikan inspirasi dan memotivasi para pemimpin daerah lainnya untuk mengangkat kebudayaan lokal.

"Contohnya Jepang dan China yang berkembang pesat namun tidak meninggalkan karakter dan jati diri," katanya.

Sementara itu, Abdullah Azwar Anas menjelaskan kebudayaan bisa menjadi pilar yang efektif untuk memajukan daerah.

Kebudayaan yang dimaksud dalam hal ini bukan semata-mata pertunjukan seni, tapi lebih pada sistem, gagasan dan hasil karya masyarakat.

"Di Banyuwangi, kami menjadikan pengembangan budaya sebagai strategi konsolidasi, baik itu konsolidasi ekonomi, rakyat, birokrasi, dan sebagainya," tutur Anas.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 33,6 juta (2014).

Kalkulasi pemerintah daerah, pada 2015 diprediksi bisa menembus Rp 38-29 juta.

Berdasarkan data BPS, pendapatan per kapita Banyuwangi sudah berhasil melampaui sejumlah kabupaten dan kota di Jatim yang sebelumnya selalu berada di atas Banyuwangi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X