Kompas.com - 10/02/2016, 19:31 WIB
|
EditorErvan Hardoko

"Kamilah Melayu satu-satunya dan yang pertama kali menjual cakwe di sini. Sampai sekarang, sudah lebih sepuluh tahun. Dari mulai pajak Tavip ini entah kayak mana, sampai kayak sekarang. Langganan kami lebih banyak orang China," kata dia.

Awal mula Idah mengenal cakwe adalah dari abang iparnya yang bekerja dengan seorang pedagang cakwe etnis Tionghoa.

Sambil bekerja, abang ipar Idah juga menyerap resep dan ilmu membuat cakwe dari majikannya. Akhirnya, sang abang ipar membuka usaha sendiri.

Akhirnya, usaha yang dirintis abang iparnya itu diwariskan kepada sang suami dan dirinya hingga saat ini.

"Resepnya cuma tepung dan air. Tak ada yang lain. Kalau cakwe pake garam, kalay ini isi kacang merah pakai gula tepungnya. Orang China itu kayak gitu juga membuatnya, sama aja. Tak pernah orang itu bilang lain rasanya dengan cakwe buatan kami," kata Idah.

Dalam sehari, Idah menghabiskan 17 kilogram tepung dan jumlah itu melonjak hingga 25 kilogram pada akhir pekan atau hari libur.

Idah mematok harga sangat murah untuk cakwe buatannya yaitu hanya Rp 2.000 tiap potong.

"Cakwe kami tak pakai pengawet, cuma bisa tahan satu hari. Kalau besok digoreng lagi, udah keras. Harganya dulu Rp 500, sekarang sudah jadi Rp 2000,” katanya lagi.

Harga tersebut naik pelan-pelan seiring naiknya harga tepung dan minyak. Tapi mereka tetap menjaga rasa dan kualitas agar para langganan tidak kecewa.

“Ada lima macam yang kami jual, satu lagi cakwe yang kayak jari,  yang pagi-pagi sudah habis. Terus kue yang isinya pulut (ketan), ini udah tak kami jual lagi, sudah mahal harga pulut," kata Idah dalam dialek Melayu yang kental.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.