Ketika Orang-orang Minang Sempat Takut Memakai Nama Asli Daerah

Kompas.com - 08/02/2016, 14:29 WIB
EditorAmir Sodikin
IPPHOS Demonstrasi Aksi Massa Mahasiswa menyampaikan nota anti PRRI dan intervensi asing kepada Duta Besar Amerika H. Jones pada 25 Maret 1958. Pemerintah pusat kemudian menumpas gerakan PRRI lewat Operasi 17 Agustus yang dipimpin Letnan Kolonel Ahmad Yani. Setelah peristiwa tersebut, orang-orang Sumatera Barat seolah takut membuka diri sebagai orang Minang karena khawatir dikait-kaitkan dengan PRRI.
Tidak ada nama yang lahir dari ruang kosong. Kepahitan, resesi, krisis, hingga perasaan bahagia mengilhami munculnya nama yang disematkan kepada jabang bayi.

Di Indonesia, dinamika politik memberi pengaruh penting dalam pemilihan nama-nama itu.

Marilah kita berangkat dari peristiwa Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Kala itu, terjadi hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah sehingga Letnan Kolonel Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI pada 15 Februari 1958.

Itu setelah orang-orang sipil didukung militer bertemu di Sungai Dareh, Sumatra Barat. Syafruddin Prawiranegara ditunjuk sebagai perdana menteri. Pemerintah pusat kemudian menumpas gerakan PRRI lewat Operasi 17 Agustus yang dipimpin Letnan Kolonel Ahmad Yani.

Baca juga: Ketika Nama Dijadikan Alat Perjuangan: Presiden Gempur Soeharto...

Setelah peristiwa tersebut, orang-orang Sumatera Barat seolah takut membuka diri sebagai orang Minang karena khawatir dikait-kaitkan dengan PRRI. Mereka memikul beban sejarah.

Untuk memutus beban itu, mereka tidak lagi memberi nama anak mereka dengan menggunakan bahasa Arab yang sebelumnya identik dengan orang Minang.

Mereka juga menghilangkan nama-nama lokal, seperti Piliang, Koto, dan Chaniago. Sebagai penggantinya, muncul nama-nama serapan dari Eropa, Latin, dan Rusia.

Maka, pada tahun-tahun setelah peristiwa PRRI itu, banyak orang Minang bernama sejenis Adilov, Azinov, Roberto, Hendri, Netty, Isabella, Maria, atau Kenedi.

Nama-nama itu kadang dibentuk berdasarkan bulan lahir, peristiwa, meniru orang ternama, atau penggabungan nama orangtua.

Misalnya muncul orang Minang bernama Philips Jusario Vermonte atau Imelda Maidir. Ada juga Donal Fariz yang kini aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
Cerita di Balik Foto 2 'Pocong' Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Cerita di Balik Foto 2 "Pocong" Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X