Kompas.com - 08/02/2016, 13:35 WIB
Jualan musiman perlengkapan persembahyangan umat Hindu di Denpasar. KOMPAS.com/SRI LESTARI Jualan musiman perlengkapan persembahyangan umat Hindu di Denpasar.
|
EditorSabrina Asril
DENPASAR, KOMPAS.com - Menjelang perayaan Galungan yang jatuh pada hari Rabu, 10 Februari 2016, umat Hindu di Bali disibukkan dengan pengadaan perlengkapan persembahyangan.

Masyarakat yang berburu perlengkapan persembahyangan mengaku tidak kaget walaupun harganya lebih mahal dibanding hari raya Galungan sebelumnya.

"Tidak kaget sih. Apa-apa mahal. Walaupun mahal yang harus bagaimana? Galungan tetap harus dirayakan. Yah kita akalin saja memilik perlengkapan sesuai keuangan kita," kata Salah satu warga, Nengah Sadiani,Denpasar, Senin (8/2/2016).

Pantauan Kompas.com, di beberapa titik di kota Denpasar seperti di Jalan Raya Sesetan, Jalan Waturenggong, Jalan Imam Bonjol dan lainnya banyak pedagang musiman menjual perlengkapan persembahyangan umat Hindu.

Mereka menjual bahan membuat Penjor seperti bambu, kelapa, janur dan rangkaian hiasan janur untuk dipasangkan di Penjor.

Selain itu, perlengkapan yang juga dijual seperti Tamiang (gantungan rangkaian janur berbentuk pipih), Sampian (hiasan gantungan janur yang dibentuk indah dan digantungkan di pura keluarga) dan masih banyak perlengkapan lainnya yang dijual.

"Ya jual bahan Penjor, Tamiang, Sampian banyak deh. Perlengkapan lainnya juga saya jual, ada kain poleng (kain kotak-kotak motif hitam putih), perlengkapannya banyak," kata Luh Putu, salah satu pedagang di Jalan Raya Sesetan Denpasar.

Harga perlengkapan persembahyangan ini tidak semuanya mengalami kenaikan. Jika ada kenaikan maksimal 25 persen dari harga biasanya. Rata-rata harga perlengkapan dari mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenis perlengkapan dan bahannya. (K102-14)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.