Kompas.com - 06/02/2016, 11:20 WIB
Tiga peneliti dari lembaga The Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang meneliti keradaan warga Rohingnya di lokasi penampungan sementara Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Sabtu (6/2/2016) KOMPAS.COM/MASRIADITiga peneliti dari lembaga The Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang meneliti keradaan warga Rohingnya di lokasi penampungan sementara Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Sabtu (6/2/2016)
|
EditorGlori K. Wadrianto
LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Tiga peneliti dari lembaga The Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang meneliti keradaan warga Rohingnya di lokasi penampungan sementara Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Sabtu (6/2/2016).

Kunjungan mereka ke shelter pengungsi Rohingya ini juga mengikutsertakan seorang wartawan dari media NHK. Ketiga peneliti tersebut, masing-masing Akiko Horiba, Mariko Hayashi dan Fumiko Okamtoto.

Presiden Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR), Syuhelmaidi Syukur, yang mendampingi para peneliti ini dari Jakarta, menyebutkan para peneliti tersebut tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang konflik yang diderita para pengungsi Rohingya.

Mereka juga hendak mendalami penanganan warga Rohingnya setelah tiba di Aceh. Selain di Desa Blang Adoe, Aceh Utara, para pengungsi Rohingya juga ditampung di Bayeun, Aceh Timur, Kuala Langsa dan Lhok Bani, Kota Langsa.

Peneliti itu mewawancarai sejumlah pengungsi untuk mendapatkan informasi yang riil tentang kisah perjalanan.

Para relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan pengungsi Rohingya juga ikut diwawancarai secara mendalam.

“Selain tiga peneliti dari Jepang, ICS Blang Adoe juga kedatangan dua peneliti dari The Habibie Center, Johari Efendi dan Sopar Peranto,” kata Zainal Bakri, Media Relation Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesemua peneliti dari SPF Jepang dan The Habibie Center yang datang ke ICS, tambah Zainal Bakri, fokus pada penelitian tentang konflik dan perdamaian.

“Kedatangan mereka lokasi pengungsi Rohingya menujukkan bahwa isu tentang Rohingya masih terus bergulir di kancah internasional," kata dia.

"Kami berharap, perhatian besar dunia ini akan mempercepat penanganan Rohingya ke depannya, baik yang masih berada di Myanmar maupun yang sudah menjadi pencari suaka di luar negara mereka,” sambung Zainal.

Sebelumnya, sejumlah peneliti dari Australia dan Malaysia juga berkunjung ke ICS Blang Adoe untuk kegiatan serupa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.