Jadi atau Tidaknya Blok Masela Diputuskan Tahun 2018

Kompas.com - 05/02/2016, 00:20 WIB
puluhan mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku terkait pengelolaan gas blok masela. demo ini dilakukan saat kedatangan Menteri ESDM Sudirman Said di Ambon, Sabtu (9/1/2016) KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYpuluhan mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku terkait pengelolaan gas blok masela. demo ini dilakukan saat kedatangan Menteri ESDM Sudirman Said di Ambon, Sabtu (9/1/2016)
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengimbau semua pihak yang berkepentngan di blok gas Masela sebaiknya dapat menciptakan suasana kondusif agar investor tidak ragu untuk menanamkan investasinya di proyek blok gas abadi tersebut.

“Lebih baik kita menciptakan suasana kondusif agar investor itu nyaman berada di sini, karena untuk apa kita rebut-ribut kalau investor tidak jadi bekerja di sini,” ungkpanya kepada wartawan di Ambon, Kamis (4/2/2016).

Dia mengungkapkan, keputusan pengelolaan investasi blok gas Masela baru akan diputuskan pada tahun 2018. Setelah itu, pengeoperasian blok gas tersebut baru akan direalisasikan pada tahun 2024 sehinga tidak perlu dipolemikan saat ini.

“Jangan buat masyarakat resah, proyeknya saja baru akan direalisasikan tahun 2024, dan jadi atau tidaknya proyek ini baru akan diputuskan tahun 2018,” katanya.

Menurut dia, proyek Masela harusnya dapat dikelola untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran masyarakat, sehingga tidak perlu dipolemikan apakah akan dikelola seacara onshore atau dengan menggunakan sistem pipanisasi ke darat atau skema offshore dengan sistem terapung di laut.

“Saat ini masih dikaji dan belum diputuskan, jadi kita tunggu saja keputusan yang terbaik dari Presiden,” katanya.

Menurut Sudirman, pengelolaan dengan sistem onshore atau offshore masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

"Kalau yang pro-onshore katanya akan lebih menguntungkan karena akan muncul industri baru, pembangunan hotel, pertumbuhan ekonomi sarana pengolahan baru muncul dan sebagianya,” katanya.

Sedangkan yang pro offshore berpandangan bahwa kalau basis pembangunannya gas bagaimana jika dalam jangka waktu 30 tahun sumber dayanya habis, itu seperti yang terjadi di Lokhseumawe yang kini kilangnya menganggur.

“Selain itu, menurut yang versi offshore --saya netral-- pembangunan pipa ke daratan sepanjang 100 km itu nilainya sekitar 60 triliun. Anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk membangun segala macam di Maluku ini,” sebutnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Regional
Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Regional
KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

Regional
Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Regional
Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Regional
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Regional
Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Regional
Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Regional
Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Regional
Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X