Di Purwakarta, "Pak Ogah" Digaji Rp 1,5 Juta Sebulan

Kompas.com - 04/02/2016, 22:42 WIB
Sebanyak 40 'Pak Ogah' di Purwakarta dikumpulkan di Bale Nageri Purwakarta. Mereka diangkat menjadi Tenaga Harian Lepas (THL), diberi seragam, dan diberi gaji Rp1,5 juta per bulan. Dokumentasi Humas Pemkab PurwakartaSebanyak 40 'Pak Ogah' di Purwakarta dikumpulkan di Bale Nageri Purwakarta. Mereka diangkat menjadi Tenaga Harian Lepas (THL), diberi seragam, dan diberi gaji Rp1,5 juta per bulan.
|
EditorErvan Hardoko
BANDUNG, KOMPAS.com — Mulai Februari 2016, semua "pak ogah" di Purwakarta akan diberikan pekerjaan oleh Pemkab Purwakarta. Mereka akan dilatih dan berada di bawah naungan Dinas Perhubungan Purwakarta.

“Efektif bulan ini, semua ‘pak ogah’ akan mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga harian lepas (THL) di bawah koordinasi Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/2/2016).

Dedi menjelaskan, selama ini pak ogah di setiap persimpangan jalan kerap dikeluhkan pengguna jalan karena meminta pungutan.

Meski mereka hanya meminta uang recehan, tetap saja perilaku itu dapat dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).

“Kan tidak dinaungi payung hukum, jadi pungli. Daripada meresahkan, sebaiknya diberdayakan,” ucapnya.

Mereka, sambung Dedi, akan diberi seragam layaknya petugas Dishub. Sebelum terjun ke lapangan, mereka akan diberikan pelatihan khusus dari Satlantas Polres Purwakarta agar mampu mengatur lalu lintas dengan baik.

“Nanti mereka belajar dengan Polres biar bisa mengatur lalu lintas dan mampu mengurai kemacetan,” tambah Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Kusnadi mengatakan, setelah menjadi petugas THL, pak ogah sudah tidak boleh lagi meminta uang pungutan dari pengguna jalan.

Sebab, mereka akan mendapatkan gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

"Ya, sudah enggak boleh lagi minta-minta, kan sudah punya gaji, kalaupun masih ada, masyarakat boleh lapor ke SMS Center 08121297775 untuk langsung diberikan tindakan berupa pemecatan,” ujar Kusnadi.

Sebagai langkah awal program tersebut, sekitar 40 pak ogah dikumpulkan di Bale Nageri Gedung Negara Purwakarta untuk mendapatkan pengarahan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sebuah Puskesmas di Sumba Timur Ditutup

4 Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sebuah Puskesmas di Sumba Timur Ditutup

Regional
Alasan Siswi Non-Muslim Diwajibkan Pakai Jilbab, Mantan Wali Kota Padang: Ini Kearifan Lokal

Alasan Siswi Non-Muslim Diwajibkan Pakai Jilbab, Mantan Wali Kota Padang: Ini Kearifan Lokal

Regional
Universitas Lampung Tunda Penyelenggaraan KKN Lapangan

Universitas Lampung Tunda Penyelenggaraan KKN Lapangan

Regional
Siswi SMP Diperkosa Saat Belajar Daring dan Mencari Sinyal di Hutan

Siswi SMP Diperkosa Saat Belajar Daring dan Mencari Sinyal di Hutan

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Regional
Kesedihan Ibunda Tak Sempat Jawab Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Kesedihan Ibunda Tak Sempat Jawab Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Regional
5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

Regional
Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Regional
Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Regional
KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Regional
Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Regional
Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Regional
Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X