Kompas.com - 04/02/2016, 21:59 WIB
Anak-anak mandi di Sungai Cikijing yang tercemar dengan limbah industri tekstil di Rancaekek, Bandung, yang airnya mengalir ke Sungai Citarum, 22 Maret 2015. AFP PHOTO / ROMEO GACADAnak-anak mandi di Sungai Cikijing yang tercemar dengan limbah industri tekstil di Rancaekek, Bandung, yang airnya mengalir ke Sungai Citarum, 22 Maret 2015.
|
EditorErvan Hardoko
BANDUNG, KOMPAS.com – Ketua Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu (PHLT) Jabar Anang Sudharna mengatakan, masyarakat di sekitar Rancaekek, Bandung rawan terkena kanker.

Hal ini disebabkan limbah yang dibuang ke aliran Sungai Cikijing.

"Ada anggota dewan yang kebetulan juga dokter. Ketika kami memaparkan hasil pantauan kami, foto ikan mati, anak kudisan, dokter menyebut kecenderungan kanker lebih tinggi dibanding kawasan lain," ujar Anang di Bandung, Kamis (4/2/2016).

Tidak hanya itu, Anang menyebut kerugian materi yang diakibatkan limbah tersebut cukup signifikan.

Berdasarkan hasil kajian hingga 2013, kata Anang, kerugian produksi pertanian di kawasan tersebut mencapai Rp 392 miliar.

"Itu baru kerugian dari penurunan produksi pertanian. Belum kesehatan masyarakat, belum kerusakan tanah," imbuhnya.

Disinggung peran Satgas PHLT Jabar dalam mengatasi masalah ini, Anang mengatakan, satgas yang dipimpinnya itu sudah menyentuh pabrik-pabrik pembuang limbah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang ditangani PHLT ada lima perusahaan. Salah satunya Kahatex," tuturnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar ini mengungkapkan, pihaknya sudah menyelidiki pabrik-pabrik tersebut.

Hasilnya, penyidik di Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar yang mengetahuinya. Namun, PHLT sudah meminta penilaian dari lima pakar untuk memastikan pencemaran lingkungan yang melibatkan perusahaan-perusaan tersebut.

Kelima pakar tersebut bergerak dalam hukum lingkungan, pengelolaan limbah cair, pakar pengelolaan limbah B3 dan pertanian.

“Kami juga akan mengundang Kapolda, Pangdam, dan Kejati untuk mengevaluasi penanganan oleh Satgas PHLT. Ini penting, untuk mengevaluasi sejauh mana penyelidikan kita dilakukan," ucapnya.

Kawasan Rancaekek masuk dalam kategori pencemaran lingkungan parah. Sawah-sawah di daerah tersebut tidak bisa ditanami. Masyarakat pun kesulitan mendapatkan air bersih.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.