Kompas.com - 02/02/2016, 13:41 WIB
Penambang pasir saat menggali bom untuk ditunjukkan ke pihak Museum Perang Dunia ke II di Morotai, Senin (1/2/2016) KOMPAS.com/YAMIN ABD HASANPenambang pasir saat menggali bom untuk ditunjukkan ke pihak Museum Perang Dunia ke II di Morotai, Senin (1/2/2016)
|
EditorGlori K. Wadrianto
TERNATE, KOMPAS.com - Warga Desa Joubelah, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, digegerkan dengan temuan benda mencurigakan mirip bom di dalam timbunan pasir.

Benda tersebut pertama kali ditemukan penambang pasir, ketika mengambil pasir di lokasi ditemukannya bom.

Sejak melihat benda itu, para penambang sudah memastikan jika yang baru saja mereka temukan adalah bom, mengingat di lokasi itu sudah pernah ditemukan benda yang sama.

Temuan itu dirahasiakan oleh penambang pasir. Tidak satu pun warga setempat yang mengetahuinya kecuali pemilik lahan penambangan tersebut.

Wempi selaku pemilik lahan berencana menjualnya ke pengumpul besi tua, namun niatnya itu ditolak sang istri.

Suami istri itu akhirnya berdebat. Akhirnya, bom sepanjang satu meter lebih itu kembali ditutup dengan pasir agar tidak ada satu pun yang mencurigainya.

Dua pekan kemudian sejak bom itu ditemukan, atau Senin (1/2/2016) kemarin, Wadi istri pemilik lahan itu menghubungi pihak Museum Peninggalan Perang Dunia II di Morotai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya sempat berdebat dengan suami, dia inginnya benda itu dijual ke tukang besi tua, tapi saya tidak mau karena takut, lantas saya hubungi orang museum,” kata Wedi.

Warga setempat yang mengetahui itu belum memastikan besi berkarat itu masih aktif atau tidak. Namun, yang jelas menurut mereka, sebelumnya pernah ditemukan benda yang sama, yang setelah dibongkar ternyata isinya bubuk mesiu aktif.

Warga setempat juga menduga bom itu merupakan peninggalan Jepang pada masa perang dunia II.

Pihak museum juga memastikan benda itu bom peninggalan perang dunia II. Namun hingga Selasa (2/2/2016) pagi, benda tersebut masih dibiarkan di dalam pasir. Rencananya, barang ini akan diangkat Rabu besok, bersama-sama aparat keamanan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X