Kompas.com - 29/01/2016, 18:11 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali KOta Ambon, Richard Louhenapessy dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Saleh Thio saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Jumat (29/1/2016) KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali KOta Ambon, Richard Louhenapessy dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Saleh Thio saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Jumat (29/1/2016)
|
EditorBayu Galih

AMBON, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengirim 3.000 tenaga pengajar ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mengatasi masalah kekurangan guru, khususnya di sejumlah wilayah terpencil.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan, program Guru Garis Depan itu juga akan membantu masalah kekurangan tenaga pengajar di daerah terpencil.

Saat ini, Kemendibud punya program Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Terpencil (SM3P); serta program Indonesia Mengajar,

 

"Program guru terdepan ini bukan berarti mereka ditempatkan di daerah perbatasan, tapi di daerah sulit dan terpencil," ujar Anies, di Ambon, Jumat (29/1/2016).

Anies mengatakan, jika program SM3P dan program Indonesia Mengajar hanya membutuhkan waktu singkat, maka program guru terdepan akan bersifat permanen.

Para guru yang akan ikut program tersebut merupakan alumni dari SM3P dan Indonesia Mengajar.

"Jadi mereka ini sudah pernah menjadi guru di sana (daerah terpencil). Jadi mereka telah komitmen untuk menjadi guru permanan sepanjang karir mereka," ujar Anies, yang juga pelopor gerakan Indonesia Mengajar.

"Mereka ini sudah siap, tidak seperti mengajar 2-3 bulan lalu pulang. Karena mereka sebelumnya sudah mengalaminya," ucapnya.

Anies menerangkan, untuk tahun ini ada sebanyak 3.000 orang guru yang telah siap untuk ditempatkan di sejumlah daerah terpencil di Indonesia.

Tahun sebelumnya, Kemendikbud juga telah mengirim sebanyak 798 orang ke beberapa daerah terpencil.

"Tahun lalu itu ada 798 orang yang ikut program ini. Mereka dilepas oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara dan untuk tahun ini ada 3.000 yang akan ikut program ini," sebutnya.

Dia mengaku program tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah penyebaran guru yang tidak merata khususnya di daerah-daerah terpencil.

Sehingga masyarakat di daerah terpencl dapat menerima pelajaran dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.