Bakar Hutan, PT SPS Divonis Denda Rp 3 Miliar

Kompas.com - 29/01/2016, 01:06 WIB
Relawan berusaha memadamkan api di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (26/10/2015). Sejak akhir bulan September 2015, para relawan yang berasal dari berbagai lembaga maupun organisasi berjibaku memadamkan api yang menghanguskan sedikitnya 90.000 hektar hutan di TNTP. ARIO TANOTORelawan berusaha memadamkan api di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (26/10/2015). Sejak akhir bulan September 2015, para relawan yang berasal dari berbagai lembaga maupun organisasi berjibaku memadamkan api yang menghanguskan sedikitnya 90.000 hektar hutan di TNTP.
|
EditorSandro Gatra

MEULABOH, KOMPAS.com - PT Surya Panen Subur (SPS) divonis denda Rp 3 milliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Meulaboh karena terbukti membakar hutan di kawasan Rawa Tripa, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada 2014.

Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim Rahma Novatiana, Kamis (28/01/2016). Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umun yang menuntut denda Rp 4 miliar.

PT. SPS dianggap terbukti melakukan perusakan hutan dan lingkungan karena api yang terbakar di lahan SPS kemudian menyebar keluar area lahan milik perusahaan sawit tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum PT. SPS, Rivai Kusuma Negara, mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding. Pihaknya menilai, majelis hakim bersikap kontradiktif dalam putusan tersebut.

"Di satu sisi majelis hakim sepakat PT. SPS telah memiliki sistem pencegahan kebakaran, memiliki tim kesiap-siagaan, perusahaan telah melakukan pemadaman dengan cepat tanpa adanya bantuan pemerintah, tapi kemudian putusannya perusahaan tetap disalahkan. Makanya kami akan lakukan hukum banding," katanya.

Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLH) mengapresiasi putusan tersebut. Putusan itu diharapkan membuat efek jera bagi perusahaan dan masyarakat yang ingin membuka lahan.

"Putusan ini sangat progresif dan prolingkungan. Dampaknya sekarang saja bisa kita lihat di Nagan Raya, khusunya tahun 2015, sudah jarang kebakaran hutan sejak terjadi sengketa ini. Artinya ini menjadi pelajaran baik untuk perusahaan ataupun masyarakat terhadap lingkungan," kata Shaifuddin Akbar, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kerusakan Lingkungan Hidup Kebakaran Hutan dan Lahan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X