Dipakai untuk Transaksi Narkoba, Mushala di Lapas Ditutup

Kompas.com - 28/01/2016, 16:39 WIB
Kepala Lapas Kendal, Dwi Agus Setiyabudi. Kompas.Com / slamet priyatin K9-11Kepala Lapas Kendal, Dwi Agus Setiyabudi. Kompas.Com / slamet priyatin
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDAL, KOMPAS.com - Mushala yang ada di komplek Lembaga Pemasyarakatan Kendal, Jawa Tengah, ditutup.

Tempat ibadah yang berada di ruang tengah berdekatan dengan lapangan olahraga yang ada di dalam lapas tersebut, diduga digunakan untuk transaksi narkoba.

Kepala Lapas Kendal, Dwi Agus Setiyabudi, Kamis (28/1/2016) menjelaskan, beberapa kali ditemukan narkoba di lapas, ketika ada operasi bersama BNN, Kodim dan Polres Kendal.

“Terakhir kami juga mendapat 11 handphone, dan obat terlarang,” kata Agus.


Agus menegaskan, penutupan mushala di dalam lapas, sudah seizin MUI Kendal.

Saat ini,  dia mengaku masih melakukan penyelidikan terkait adanya narkoba di dalam komplek penjara tersebut. Sebab semua penghuni lapas, tidak ada yang mengakuinya.

“Obat itu kami temukan di dalam lapas. Tapi tidak ada satupun yang mengakui barang itu,” kata Agus.

Menurut Agus, obat-obatan terlarang yang ada di dalam lapas itu, tidak dibawa oleh pengunjung. Sebab, pemeriksaan barang–barang yang dibawa pengunjung saat menjenguk, dilakukan dengan ketat.

“Apakah ada pegawai Lapas yang terlibat dalam kasus narkoba ini, saya juga tidak berani memastikan. Yang jelas kasus ini masih kami selidiki,” ujar dia.

Agus yang memberi penyuluhan hukum kepada ratusan siswa SMK/SMA di Pendopo Kabupaten Kendal mengaku akan menindak tegas pegawai lapas yang nanti diketahui menjadi penyelundup narkoba.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Regional
PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

Regional
Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Regional
Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Regional
Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Regional
Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Regional
Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Regional
Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Regional
Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Regional
Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Regional
Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Regional
Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Regional
Libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI Daop 5 Operasikan 3 KA Tambahan, Ini Daftarnya

Libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI Daop 5 Operasikan 3 KA Tambahan, Ini Daftarnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X