Guru yang Larang Muridnya Hormat Bendera Minta Maaf

Kompas.com - 26/01/2016, 12:30 WIB
Komunitas pesepeda Indonesia melaksanakan upacara bendera di Gate Plaza Selatan Senayan, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (17/8/2014), memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Indonesia. Kegiatan ini digagas Komunitas Bike to Work bekerjasama dengan sejumlah komunitas sepeda di Jakarta. KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZESKomunitas pesepeda Indonesia melaksanakan upacara bendera di Gate Plaza Selatan Senayan, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (17/8/2014), memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Indonesia. Kegiatan ini digagas Komunitas Bike to Work bekerjasama dengan sejumlah komunitas sepeda di Jakarta.
EditorCaroline Damanik
SITUBONDO, KOMPAS.com - Susiawanto, guru SDN 3 Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang melarang muridnya hormat Bendera Merah Putih dan hormat atau sungkem pada orangtua, akhirnya meminta maaf setelah dipanggil dan dimintai klarifikasinya oleh sejumlah tokoh agama.

Guru yang diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada tahun 2008 itu menyatakan menyesali perbuatannya karena sudah meresahkan wali murid serta warga Situbondo.

Klarifikasi terkait pemahaman oknum guru SD ini digelar di ruang Kapolres Situbondo yang dihadiri sejumlah tokoh agama, seperti pengurus Majelis Ulama Indonesia(MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan pimpinan Kodim 0823 Situbondo.

Setelah dicecar pertanyaan dari sejumlah pihak terkait, Susiawanto mengakui bahwa perbuatan dan sikap serta pemahamannya menyimpang. Dia menyebutkan, dirinya mendapat pemahaman itu dari di internet dan belajar pemahaman agama dari televisi asing.

Susiawanto akhirnya meminta maaf atas perbuatannya yang sejak sepekan terahir sudah membuat tidak nyaman masyarakat Situbondo, terutama kepada wali murid di sekolah tempat guru tersebut mengajar anak didiknya.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Situbondo atas perbuatan saya, karena saya baru belajar agama sudah sombong," kata Susiawanto di hadapan aparat dan sejumlah tokoh agama.

Sementara itu, Sekretaris MUI Situbondo Hamid Jauharul Fadil mengatakan bahwa dengar pendapat ini dilakukan untuk mengklarifikasi kepada Susiawanto terkait apa yang dilakukannya hingga membuat warga Situbondo resah, terutama bagi wali murid SDN 3 Banyuputih.

"Saya perwakilan MUI Situbondo memiliki kewajiban untuk meluruskan permasalahan ini, dan tadi rekan-rekan lihat sendiri yang bersangkutan telah meminta maaf atas perbuatannya dan perlu diketahui jika Susiawanto belajar pemahaman tentang agama masih sepotong-sepotong," ujarnya.

Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan oknum guru itu selain meminta maaf secara lisan juga diminta menulis dengan tulisan tangan berupa surat penyataan permintaan maaf serta tidak akan mengulangi perbuataannya.

"Susiawanto mengaku belajar dari internet dan mungkin dia langsung mengajarkan kepada muridnya untuk tidak hormat bendera. Langkah kami, akan melakukan sosialisasi bersama tokoh agama Situbondo untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi hal yang serupa," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Situbondo membebastugaskan Susiawanto dari tugas mengajar dan memindah yang bersangkutan menjadi staf di unit pelaksana teknis di kecamatan.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Regional
Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Regional
Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Regional
Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X