Sidang Lanjutan Abu Bakar Baasyir Dijaga Ketat

Kompas.com - 26/01/2016, 11:35 WIB
Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Ba'asyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air. TRIBUNNEWS/DANY PERMANATerdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Ba'asyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air.
EditorCaroline Damanik
CILACAP, KOMPAS.com - Sidang lanjutan perkara peninjauan kembali putusan hukuman terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/1/2016).

Polisi dan tentara terlihat berjalan di beberapa ruas jalan maupun gang di sekitar Pengadilan Negeri Cilacap menjelang sidang.

Puluhan aparat Kepolisian Resor Cilacap, beberapa di antaranya, menyandang senjata laras panjang, berjaga di ujung timur dan barat Jalan Letjen Suprapto yang ada di depan pengadilan juga di sepanjang pagar depan pengadilan.

Selain itu, pemeriksaan terhadap pengunjung sidang, khususnya yang datang dari arah timur, dilakukan hingga empat lapis yakni di dekat perlintasan kereta api sebelah timur pengadilan, depan pengadilan, pintu gerbang halaman pengadilan, dan pintu masuk gedung pengadilan.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada pengunjung sidang tetapi juga pada pegawai pengadilan dan pewarta.

Pada sidang sebelumnya, pemeriksaan terhadap pengunjung beserta barang bawaannya hanya dilakukan di pintu masuk halaman dan pintu masuk gedung pengadilan.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan polisi mendapat bantuan tambahan personel dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jawa Tengah, dan Pengendali Massa Polda Jawa Tengah serta TNI sehingga secara keseluruhan jumlah personel yang teribat dalam pengamanan sidang mencapai 1.600 orang.

"Kita tidak main-main dalam pengamanan kali ini, ada yang berani coba-coba, langsung kami ambil tindakan. Kita tidak mau ambil risiko sekecil apapun," katanya.

Ia mengatakan bahwa kepolisian bersama masyarakat Cilacap menginginkan keamanan yang solid di kabupaten itu.

Pengamanan, menurut dia, dilakukan tetap sesuai dengan standar operasional prosedur Kepolisian Republik Indonesia.

Dia menjelaskan pula bahwa polisi melakukan sterilisasi di seluruh bagian gedung pengadilan pada Senin (25/1/2016) malam dan kemudian mengerahkan satu peleton Brimob untuk melakukan penjagaan.

Sidang lanjutan peninjauan kembali vonis Ba'asyir di Pengadilan Negeri Cilacap rencananya akan menghadirkan lima saksi, tiga di antaranya terpidana kasus terorisme dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan Abdullah Sonata alias Arman Kristianto, Qomaruddin alias Abu Musa alias Mustaqim alias Abu Yusuf alias Hafshoh, dan Joko Sulistyo alias Zainudin.

Ketiga saksi dan Abu Bakar Ba'asyir telah tiba di Pengadilan Negeri Cilacap pukul 08.00 WIB dan langsung dibawa menuju ruang tahanan untuk menunggu persidangan yang dijadwalkan digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Sementara dua saksi lainnya terdiri atas pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab alias Habib Rizieq dan Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia dr. Joserizal Jurnalis hingga pukul 08.55 WIB belum terlihat memasuki gedung pengadilan meski mereka telah berada di Cilacap.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Regional
Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Regional
'Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti'

"Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Kacung WHO' dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

[POPULER NUSANTARA] "Kacung WHO" dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

Regional
PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X