Aher: Perizinan Kereta Api Cepat adalah yang Tercepat Sepanjang Indonesia Merdeka

Kompas.com - 21/01/2016, 17:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kompas.com/Abba GabrillinGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
|
EditorIcha Rastika
BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mempercepat segala perizinan terkait pembangunan kereta api cetap Jakarta-Bandung. (Baca: Ridwan Kamil: Tanpa Kereta Cepat, Tak Mungkin Ada Kota Baru)

"Ini perizinan tercepat sepanjang Indonesia merdeka. Rekomendasi pinjam pakai hutan hanya tiga hari selesai," ujar Ahmad Heryawan dalam sembutannya saat groundbreaking kereta api cepat Jakarta-Bandung, di Kebun Teh Mandalawangi, Maswati, Bandung Barat, Kamis (21/1/2016).

Pria yang dikenal dengan nama Aher itu memberikan apresiasi kepada lima kabupaten dan tiga kota yang dilalui kereta api cepat tersebut karena perizinan yang lancar.

Saat ini, menurut Aher, Pemprov Jabar mengintensifkan dan merampungkan trase LRT Bandung Raya. Nantinya, LRT ini akan terintegrasi dengan kereta cepat, serta LRT Jabodetabek.

"Pengoperasian LRT akan paralel dan paralel, efisien, serta ramah lingkungan," imbuh Aher.

Ia juga berharap, BUMD diberikan ruang untuk terlibat dalam pengoperasian kereta cepat, asalkan sesuai dengan aturan.

Kereta ini, sambung Aher, akan menjadi tulang punggung kegiatan nasional, terutama Metropolitan Bandung Raya dan Jabodetabek.

Diharapkan, kereta api cepat dapat membangkitkan perekonomian daerah. (Baca: Kereta Cepat Diharapkan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen)

"Pada gilirannya akan menumbuhkan teknologi, investasi, wisata, serapan tenaga kerja, operasional, alih pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan Indonesia," kata Aher.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X