Uber dan GrabTaxi Diprotes di Bali

Kompas.com - 21/01/2016, 13:55 WIB
Aksi tolak Uber dan Grab Taxi di DPRD Bali. KOMPAS.com/SRI LESTARI Aksi tolak Uber dan Grab Taxi di DPRD Bali.
|
EditorCaroline Damanik
DENPASAR, KOMPAS.com — Persatuan Sopir Taksi Bali (Pesotab) dan Aliansi Sopir Transportasi Lokal Bali melakukan aksi damai di DPRD Bali untuk menolak keberadaan Uber dan Grab Taxi yang beroperasi di Bali.

Alasan mereka, keberadaan Uber dan Grab di Bali ilegal dan sudah mengambil lahan sopir taksi lokal yang selama ini bekerja mandiri dan otodidak.

"Pemerintah tidak bisa lepas tangan begitu saja melemparkan nasib kami yang jumlahnya ribuan. Pemerintah harus tegas dan menutup perusahaan itu karena ilegal," kata koordinator aksi, Ketut Witra, di Denpasar, Kamis (21/1/2016).

Dalam surat pernyataan sikap yang diberikan kepada DPRD Bali, mereka mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya memikirkan proyek besar yang justru menyengsarakan masyarakat kecil, termasuk mengeluarkan izin-izin operasional transportasi.


"Jangan sampai penerima manfaat megaproyek ini adalah mereka yang datang dengan modal besar dari luar sana, sedangkan kami sebagai pelaku lokal hanya menjadi penonton," ujarnya.

Para pendemo yang hanya berunjuk rasa beberapa menit di depan Kantor DPRD Bali akhirnya dialihkan ke wantilan DPRD dan ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. Kedatangan Adi disambut baik untuk mendesak dewan agar segera bertindak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X