Pemangku Adat Gorontalo Satukan Persepsi Pemberian Gelar Adat

Kompas.com - 21/01/2016, 02:08 WIB
Salah satu kegiatan sidang adat di pohalaa Limboto yang dipimpin AW Lihu Baate lo Limutu Lo Loopo. Prosesi adat diharapkan bukan hanya pelengkap acara semata, namun berlaku dalam kehidupan sehari-hari Rosyid AzharSalah satu kegiatan sidang adat di pohalaa Limboto yang dipimpin AW Lihu Baate lo Limutu Lo Loopo. Prosesi adat diharapkan bukan hanya pelengkap acara semata, namun berlaku dalam kehidupan sehari-hari
|
EditorSabrina Asril

GORONTALO, KOMPAS.com - Dewan Adat Gorontalo bersama lembaga adat dari duluwo limo lo pohalaa (persekutuan lima kerajaan) menggelar musyawarah untuk melakukan konsolidasi menyatukan persepsi pemberian gelar adat (Pulanga), Rabu (20/1) di Kota Gorontalo.

Sejumlah tokoh adat, para baate dan wu’u (pemangku adat) dari limo lo pohalaa dan pembesar negeri, tauwa lo bonela, tolomato (legislatifnya dewan adat) hadir dalam kegiatan ini.

Menurut Alim Niode, Sekretaris Jenderal Dewan Adat Gorontalo, kegiatan yang dilaksanakan ini adalah Dulohupa wau Mopotuwawu pahamu tou mopomonu mao lo Pulanga.

Kegiatan itu untuk menyatukan persepsi pemberian gelar adat. Sejumlah materi yang terkait dengan adat diberikan oleh David Bobihoe Akib sebagai tauwa lo bonela dan Prof Nani Tuloli sebagai Tolomato.


“Seminar dan pembekalan kepada pemangku adat tentang pemberian gelar adat ini menyangkut tigal hal penting, yaitu reafirmasi tata upacara pemberian gelar adat, kesepakatan ketentuan dan kriteria calon penerima gelar adat, dan landasan pemikiran kewenangan dan mekanisme pemberian dan pencabutan gelar adat” kata Alim Niode.

Menurut Alim, kesepakatan ketiga yang diagendakan adalah yang pertama kalinya dilakukan. Namun, dia optims kesepakatan bisa dicapai.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan tertinggi pemberian gelar adat ada pada dulohupa lo ulipu (musyawarah negeri), yang komponen di dalamnya meliputi baate dari limo lo pohalaa (pemangku adat 5 kerajaan), unsur ulipu atau pemerintah seperti bupati dan walikota, juga mereka yang telah diberi amanah sebagai tauwa lo bonela, yaitu mereka yang memiliki gelar adat dan menangku jabatan bupati/walikota.

Diakuinya dalam pemberian gelar adat selama ini, ada hal-hal yang masih menjadi perbedaan di antara unsur tauwa lo ulipu.

“Sekarang belum ada kesepahaman bersama seperti pemberian adat kepada orang yang berada di luar Gorontalo, apakah upacaranya di daerah ini atau di luar,” imbuh Alim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X