Kompas.com - 20/01/2016, 14:35 WIB
Terbitkan ribuan ijazah palsu, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) terancam hukuman penjara 10 tahun. KOMPAS.com/Mei LeandhaTerbitkan ribuan ijazah palsu, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) terancam hukuman penjara 10 tahun.
|
EditorCaroline Damanik
MEDAN, KOMPAS.com - Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) divonis enam tahun bui dan denda Rp 500 juta subsider sebulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Karlen Parhusip.

Menurut hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi jo Pasal 67 dan 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Saat ditanya hakim tanggapannya terhadap vonis tersebut, terdakwa menyatakan akan melakukan banding sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirzha Erwinsyah mengatakan menerima putusan hakim, Rabu (20/1/2016).

Sebelumnya diberitakan, University of Sumatera berdiri tanpa izin dan Marsaid selalu rektor sudah menerbitkan ribuan ijazah palsu sejak 12 tahun lalu.

Penangkapan terdakwa dimulai saat korban bernama Sucipto mendatangi Marsaid di kampus University of Sumatera di Jalan Gatot Subroto Medan untuk minta di buatkan ijazah S-2. Terdakwa lalu meminta uang sebesar Rp 40 juta.

Setelah bernegoisasi, di sepakati harga ijazah itu sebesar Rp 15 juta. Sucipto kemudian menjumpai terdakwa di kantor KNPI/PGRI Medan untuk mengambil ijazah, tesis, dan berkas-berkas lain yang dipesannya.

Di sini, terdakwa langsung ditangkap polisi. Marsaid digelandang ke Mapolresta Medan beserta barang bukti mesin cetak dan puluhan ijazah palsu yang ditemukan di empat lokasi berbeda.

Kampus ini sudah mengeluarkan seribuan ijazah palsu dengan harga mulai Rp 10 juta sampai Rp 40 juta.

Penggerebekan dilakukan Unit Tipiter Satreskrim Mapolresta Medan bermula dari banyaknya informasi terkait aktivitas kampus yang tidak terdaftar di Kopertis Wilayah I NAD-Sumut. Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan cara menyamar dan berpura-pura hendak membeli ijazah S-2 tanpa proses perkuliahan.

Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 93 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 67 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Pasal 71 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.