Gempa di Buru Selatan, Seorang Bayi Tewas, 11 Orang Terluka

Kompas.com - 18/01/2016, 10:26 WIB
Ilustrasi 
ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik
AMBON, KOMPAS.com — Seorang bayi berusia tiga minggu dilaporkan tewas akibat gempa 5,4 skala Richter yang mengguncang Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Minggu (17/1/2016). Gempa tersebut juga menyebabkan 11 warga luka-luka.

"Dari data yang kami himpun langsung di lapangan, tercatat ada 11 orang yang mengalami luka dan ada salah seorang bayi berusia 3 minggu yang meninggal dunia," kata Kepala BPBD Buru Selatan, Awat Mahulauw, via pesan singkat, Senin (18/1/2016).

Dia menjelaskan, dari 11 orang yang mengalami luka, 3 orang luka berat dan 8 orang lainnya mengalami luka ringan. Menurut dia, semua korban luka merupakan warga Desa Masawoy dan warga Desa Ulima.

"Korban luka semua berjumlah 11 orang, 4 orang di Desa Masawoy, dan 7 lainnya di Desa Ulima. Dari jumlah itu, tiga orang terluka parah," katanya.

Dia mengungkapkan, 11 warga yang terluka itu umumnya terkena reruntuhan bangunan rumah yang ambruk saat gempa terjadi. Saat ini, dia melanjutkan, para korban masih dirawat secara intensif.

"Banyak yang terkena reruntuhan bangunan, termasuk juga bayi yang meninggal itu," ungkapnya.

Dia mengaku, data jumlah korban luka dan meninggal dunia itu diperoleh berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh BPBD di tiga desa, yakni di Desa Ulima, Desa Masawoy, dan Desa Kampung Baru. Sementara itu, empat desa lainnya hingga kini masih dalam pendataan.

"Baru tiga desa yang selesai kami data, dan empat desa lainnya masih dalam pendataan,” katanya lagi.

Gempa tektonik berkekuatan 5,4 SR mengguncang Buru Selatan, Minggu (17/1/2016) sekitar pukul 08.22 WIT. Pusat gempa berada di 3,80 LS dan 127,28 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut berada di 66 kilometer tenggara Buru Selatan dan 99 kilometer barat daya Pulau Ambon.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Regional
Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Regional
'Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti'

"Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Kacung WHO' dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

[POPULER NUSANTARA] "Kacung WHO" dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

Regional
PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

Regional
'Masyarakat Yakin Ada Kerajaan Buaya, Perjanjiannya Tidak Boleh Saling Ganggu'

"Masyarakat Yakin Ada Kerajaan Buaya, Perjanjiannya Tidak Boleh Saling Ganggu"

Regional
Kesaksian Ibu Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas RS, Sudah Minta Tolong Berkali-kali

Kesaksian Ibu Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas RS, Sudah Minta Tolong Berkali-kali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X