Duta Besar Jerman Panik Saat Dengar Kabar Bom Meledak di Sarinah

Kompas.com - 14/01/2016, 12:21 WIB
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, George Witschel panik ketika mendengar sebuh bom meledak di Sarinah Jakarta. Pertemuan yang berlangsung dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi langsung terhenti cukup lama. KOMPAS.com/Reni SusantiDuta Besar Jerman untuk Indonesia, George Witschel panik ketika mendengar sebuh bom meledak di Sarinah Jakarta. Pertemuan yang berlangsung dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi langsung terhenti cukup lama.
|
EditorCaroline Damanik
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Jerman untuk Indonesia George Witschel panik begitu stafnya dari kedutaan mengabarkan telah terjadi ledakan di kawasan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 10.50 WIB.

Witschel tengah berada di Purwakarta dalam rangka kerja sama dengan Pemkab Purwakarta awalnya terlihat santai. Namun, ketika salah satu stafnya memperlihatkan sesuatu di gadget-nya, dia langsung panik.

Witschel langsung membuka telepon genggamnya dan berusaha menelepon seseorang, sementara itu stafnya mulai membicarakan bom di Sarinah.

Dia bercerita, telepon yang pertama sempat tidak terhubung. Witschel lalu mencoba beberapa kali mengontak. Begitu terhubung, ia terlibat obrolan serius dalam bahasa Jerman. Seusai menelpon beberapa orang, Witschel meminta maaf pada Pemkab Purwakarta.


"Kedutaan tidak terkena, tapi salah satu tenant besar di dunia terkena (Starbucks). sampai sekarang kami tidak tahu ada korban berkewarganegaraan Jerman atau tidak," ucapnya.

"Kedutaan harus pantau keadaan ini. Saya mohon maaf, ucapan yang hangat ini terpotong sebentar. Keputusan sentra kritis ditarik (dubes) ditarik untuk pulang, saya tidak tahu. Tapi sebelum itu, kontrak terus berjalan," imbuhnya.

Setelah berbincang dengan Bupati Purwakarta, Witschel mempercepat waktu kunjungannya. Dia kembali menelepon beberapa orang sehingga acara penyerahan cenderamata tertunda beberapa menit.

"Sekarang kami sampaikan duka cita yang besar. Mereka korban serangan teror. Hal yang tidak menyenangkan," ucapnya.

Seusai bertukar cinderamata, Dubes Jerman meminta maaf karena harus segera kembali ke kantornya. Dia pun langsung melakukan agenda terakhirnya berbicara di depan ratusan pelajar dan mahasiswa.

Kompas TV Saksi Mata: 3 Ledakan Terjadi di Sarinah

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X