Kompas.com - 14/01/2016, 11:02 WIB
Agustay membawa kardus saat memperagakan mengubur Engeline. KOMPAS.com/SRI LESTARI Agustay membawa kardus saat memperagakan mengubur Engeline.
|
EditorCaroline Damanik
DENPASAR, KOMPAS.com - Terdakwa Agustay Handa May menjelaskan kepada hakim bahwa ibu angkat Engeline, Margriet Christina Megawe, tidak menangis setelah proses mengubur jenazah Engeline di pekarangan belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar.

"Saat itu, ibunya (Margriet) menangis apa enggak? Kan biasanya kalau anaknya (yang meninggal), menangis meraung-raung kan?" tanya Hakim Edward Harris Sinaga kepada Agustay dalam sidang terbuka di tempat kejadian perkara pembunuhan Engeline, Kamis (14/1/2016).

"Tidak, Pak Hakim," jawab Agustay.

"Tidak menangis?" tanya hakim lagi.

Pertanyaan oleh hakim ini dilontarkan di atas lubang dimana Engeline dikuburkan oleh Agus. Bahkan pada saat penguburan itu, menurut Agustay, Margriet sambil menabur makanan ayam.

"Iya tidak menangis. Waktu itu dia (Margriet) memegang makanan ayam ditaburkan. Saya tanya maksudnya apa?" kata Agustay.

Agustay mengatakan, saat itu, Margriet menjelaskan hal itu dilakukan agar tidak ketahuan bahwa ada mayat yang dikubur di tempat itu.

Adegan penguburan ini tidak diikuti oleh terdakwa Margriet karena sejak awal Margriet tidak mengakui melakukan pembunuhan atau membantu Agus menguburkan korban. Hal ini tidak menyurutkan hakim untuk mengetahui langsung bagaimana Agus mengubur Engeline.

Dalam sidang di TKP, selain terdakwa Agustay Handa May, lima orang saksi juga dihadirkan,  yakni Susiani, Handono, Rohana dan dua orang polisi yang pertama kali menemukan kubur Engeline.

Baca juga: Digelar di TKP, Sidang Pembunuhan Engeline Dijaga Ketat

Kompas TV Fakta Baru Dari Kasus Pembunuhan Engeline

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X