Ibu Ikut Acara Keagamaan di Luar Kota, Ayah Perkosa Putrinya

Kompas.com - 13/01/2016, 11:17 WIB
Sidang kasus pencabulan terhadap anak kandung di Pengadilan negeri Klas I KUpang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terlihat terdakwa anggota Polres Kupang Kota Zeth Andreas Blegur (39) sedang duduk di kursi terdakwa Kompas.com/Sigiranus Marutho BereSidang kasus pencabulan terhadap anak kandung di Pengadilan negeri Klas I KUpang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terlihat terdakwa anggota Polres Kupang Kota Zeth Andreas Blegur (39) sedang duduk di kursi terdakwa
|
EditorCaroline Damanik
KUPANG, KOMPAS.com - Natalia Da Rosari (36), ibu muda asal Kupang, NTT, tak menyangka bahwa putrinya, SB (15), dicabuli oleh suaminya sendiri, Zeth Andreas Blegur (39).

Natalia pun melaporkan suaminya yang berprofesi sebagai polisi ke Kepolisian Resor Kupang Kota atas dugaan pencabulan terhadap putrinya sebanyak dua kali.

Saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Klas 1 Kupang, NTT, Selasa (12/1/2016), Natalia mengaku sudah menggugat cerai suaminya itu pada Desember 2015.

Dari pernikahan dengan Zeth pada 20 Agustus 2002 silam, keduanya dianugerahi empat orang anak, satu anak perempuan (SB) dan tiga lainnya lelaki.

“Saya sudah putuskan untuk bercerai dengan dia (Zeth) karena selain perkosa putri pertama kami, dia juga menganiaya saya dengan dengan menggunakan terali besi jendela,” kata Natalia ungkapnya.

Tabiat Zeth, lanjut Natalia, mulai berubah sejak tahun 2008 saat suaminya itu diketahui mulai berselingkuh dengan seorang perempuan muda berinisial AB. Dari hubungan itu, Natalia menerima informasi Zeth dan AB telah memiliki seorang anak.

Natalia mengungkapkan, pemerkosaan terhadap SB berawal ketika dirinya mengikuti kegiatan keagamaan di Atambua, Kabupaten Belu, selama lima hari, yakni 20-25 Mei 2013. Saat pulang dari Atambua, SB lalu mendekatinya sambil menangis histeris dan mengatakan telah diperkosa oleh bapaknya sendiri.

Natalia pun seolah tak percaya dengan pengakuan putrinya itu sehingga dia pun menanyakan langsung ke Zeth.

“Waktu saya tanya ke Zeth apakah benar dia telah perkosa SB. Semua pertanyaan saya dibantah oleh Zeth dan mengatakan semuanya hanya salah paham saja. Mendengar jawaban itu saya pun percaya saja dan pada dasarnya saya ingin agar hubungan rumah kami tetap harmonis karena itu saya hanya biarkan saja dan menganggap seolah tidak terjadi apa-apa,” kata Natalia.

Puncaknya, lanjut Natalia, saat dirinya sedang tidur siang di kamar bagian belakang, SB datang dan membangunkannya sambil menangis dan ketakutan. SB mengaku akan diperkosa lagi oleh Zeth.

Natalia yang geram lalu mencari Zeth. Lagi-lagi, Zeth membantah semua perbuatannya sehingga keduanya sempat bertengkar hingga kemudian Zeth menganiaya Natalia dengan menggunakan terali besi jendela.

“Saya kemudian lapor polisi dan dia sudah kena hukuman enam bulan penjara untuk kasus penganiayaan. Sedangkan untuk kasus pencabulan kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan dan dengan hari ini sudah dua kali sidang,” kata Natalia.

“Saat saya lapor itu, anak saya mengaku bahwa sudah dua kali diperkosa oleh bapaknya. Saya berharap dia (Zeth) dihukum berat,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Regional
136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

Regional
Soal Vaksin Covid-19 Lansia di Surabaya, Kadinkes: Mereka Antusiasnya Sangat Tinggi

Soal Vaksin Covid-19 Lansia di Surabaya, Kadinkes: Mereka Antusiasnya Sangat Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X