Datang ke Ambon, Menteri ESDM Disambut Demo Mahasiswa

Kompas.com - 09/01/2016, 10:51 WIB
KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY puluhan mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku terkait pengelolaan gas blok masela. demo ini dilakukan saat kedatangan Menteri ESDM Sudirman Said di Ambon, Sabtu (9/1/2016)
AMBON, KOMPAS.com - Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Maluku disambut aksi demonstrasi dua elemen mahasiswa di Kota Ambon, Sabtu (9/1/2016).

Pengunjuk rasa berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Maluku dan dan Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya.

Meski berunjuk rasa dengan isu yang sama yakni soal pengelolaan blok Masela, namun kedua kelompok mahasiswa ini menggelar aksi secara terpisah.

Mahasiswa mendesak pemerintah pusat agar pengelolaan blok Basela memperhatikan keutuhan faktor geologi dan kosmologi masyarakat kepulauan sebagai ruang eksistensi masyarakat Maluku Barat Daya.

“Kami dengan tegas meminta agar pembangunan kilang gas Masela dilakukan di daratan pulau Babar agar dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang selama ini terpuruk,” teriak Koordinator aksi, Edison Kalwela.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah pusat agar dapat mengakomodasi anak daerah dari Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tengara Barat (MTB) dalam pengelolaan blok Masela.

“Kami juga meminta kepada pemerintah pusat khususnya pak Presiden Joko Widodo agar dapat menjembatani kepentingan masyarakat MBD dan MTB dengan perusahan Inpex untuk dapat memperhatikan kepentingan masyarakat disana,” ujarnya.

Akibat aksi unjuk rasa mahasiswa itu, Menteri Sudirman Said yang dijadwalkan tiba di Kantor Gubernur Maluku sekitar pukul 12.00 WIT akhirnya molor. Sudirman Said baru tiba sekitar pukul 12.50 WIT setelah demo berakhir.

Dalam kesempatan unjuk rasa itu, mahasiswa juga menuntut agar pemerintah segera memperbaiki sistem transportasi baik laut darat dan udara yang selama ini tidak pernah diperhatikan.

"Kami minta kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan akses transportasi di MTB dan MBD. Kami juga minta agar MBD dan MTB dijadikan sebagai poros maritim dan tol laut untuk mengatasi keterisolasian selama ini,” tegas pengunjuk rasa.


Terkini Lainnya


Close Ads X