Bercanda Bawa Bom, Seorang Nenek Ditangkap Petugas Bandara

Kompas.com - 08/01/2016, 13:13 WIB
H 4 penumpang di Bandara Adi Sutcipto yogyakarta meningkat 7 persen KOMPAS.com/Wijaya kusumaH 4 penumpang di Bandara Adi Sutcipto yogyakarta meningkat 7 persen
|
EditorCaroline Damanik
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kesal karena menjalani pemeriksaan yang ketat, seorang nenek berusia 69 tahun berinisal LM berurusan dengan petugas keamanan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta.

Hal itu terjadi karena dia melampiaskan kekesalannya tersebut dengan mengaku membawa bom.

"Tadi pagi pukul 07.00 WIB (petugas) sekuriti Bandara Adi Sutjipto mengamankan seorang perempuan berinisial LM berusia 69 tahun," ujar GM Angkasa Pura 1 Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, Jumat (8/1/2016).

Agus menuturkan, LM yang merupakan warga Yogyakarta ini diamankan karena telah memberikan informasi palsu dengan mengaku membawa bom.

"Kami amankan karena telah memberikan informasi palsu yang meresahkan, mengaku membawa bom," ucapnya.

Dia menjelaskan, LM merupakan penumpang pesawat Lion Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Sesampainya di bandara, seperti penumpang-penumpang lainnya, dia harus melewati beberapa pemeriksaan. Dia pun kesal. Saat menjalani pemeriksaan ECP II Terminal A, LM lantas mengatakan bahwa dirinya membawa bom.

"Mendengar itu, petugas sekuriti bandara lalu mengamankan LM," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

LM mengaku, dia hanya bercanda membawa bom karena kesal harus melewati pemeriksaan di Bandara Adi Sutjipto yang begitu ketat.

"Ngakunya bercanda karena kesal terlalu banyak diperiksa. Sabuk dilepas, dompet diperiksa, jaket dilepas," kata Agus.

Setelah diperiksa petugas keamanan, LM akan diserahkan ke pihak kepolisian mengacu pada peraturan Kementerian Perhubungan Pasal 334 huruf e UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pemberian Informasi Palsu.

Sanksi diatur dalam Pasal 537 UU Penerbangan. Pelaku bisa mendapat sanksi maksimal satu tahun penjara.

Agus mengakui, kejadian serupa pernah terjadi pada 13 Desember 2015 lalu saat seorang penumpang Sriwijaya Air tujuan Jakarta berinisial DN (51) mengaku membawa bahan peledak. Alasannya pun sama.

Dia mengaku kesal karena ketatnya pemeriksaan. Penumpang tersebut, ujar dia, juga diamankan dan saat ini telah diproses di kepolisian.

"Saya mengimbau agar masyarakat tidak menyampaikan informasi palsu yang meresahkan, mengganggu, dan membahayakan penerbangan sebab akan dikenakan sanksi," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.