Kompas.com - 02/01/2016, 20:05 WIB
|
EditorSabrina Asril
SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara akan teraliri listrik sepenuhnya pada 2017 mendatang. Saat ini, aliran listrik di kepulauan tersebut hanya 12 jam sehari.

"Nanti akhir tahun targetnya teraliri semuanya, tapi minus pulau kecil-kecilnya ya, karena pulau kecil membutuhkan perlakuan khusus," kata Ganjar, di Karimunjawa, Sabtu (2/1/2016).

Sejauh ini, listrik di Karimunjawa menjadi hambatan utama. Listrik menyala hanya 12 jam menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik Pemkab Jepara.

Seiring dengan beban listrik yang kian tinggi, kebutuhan untuk menambah daya semakin kuat. Pemerintah Jepara tidak sanggup menanggung beban subsidi bahan bakar solar untuk PLTD yang terus membengkak.

Akhirnya, pengelolaan listrik mulai dialihkan dari PLTD milik Pemkab Jepara menjadi pengelolaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Indonesia Power (IP).

Pada awal tahun ini, hingga Juli 2016 listrik akan naik menjadi 18 jam per hari. Hal itu dimulai dari mulai berlakunya Indonesia Power sebagai pengelola listrik sejak 1 Januari 2016 kemarin.

"Ini sudah mulai peralihan dari PLTD ke Indonesia Power. PLTD sudah nggak kuat beli solar bersubsidi. Kami sudah minta PLN, karena ini bentuk pelayanan dasar masyarakat," tambah dia.

Jika nantinya telah teraliri penuh 24 Jam, Ganjar yakin potensi wisat di Karimunjawa bisa berkembang dengan cepat.

"Masuknya listrik nanti akan jadi perubahan besar, karena energinya banyak. Kebutuhan elektronik meningkat, dampaknya luas sekali," ungkap Ganjar.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki menambahkan, listrik di Karimunjawa menjadi masalah pelik di masyarakat. Apalagi, harga dasar listrik di tempat ini mencapai Rp 2500 per KWH.

Selama menggunakan PLTD, Pemkab Jepara menggelontorkan subsidi sebanyak Rp 4 hingga Rp 5 Miliar pertahun. Subsidi itu pun terasa masih kurang hingga minta bantuan ke Gubernur.

"Peralihannya sudah, tanggal 23 Desember 2015 kemarin sudah ditandatangani pengalihan pengelolaan. Semula, dari PLTD yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah, sekarang sudah diambil alih oleh IP. Ketentan itu berlaku mulai 1 Januari kemarin," timpal Marzuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.