Listrik di Karimunjawa Hanya Untuk 12 Jam, Ini Kata Gubernur Ganjar

Kompas.com - 02/01/2016, 20:05 WIB
Salah satu wisatawan program Let's Go Karimun Jawa yang diadakan PT Pelni berfoto di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOSalah satu wisatawan program Let's Go Karimun Jawa yang diadakan PT Pelni berfoto di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015).
|
EditorSabrina Asril
SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara akan teraliri listrik sepenuhnya pada 2017 mendatang. Saat ini, aliran listrik di kepulauan tersebut hanya 12 jam sehari.

"Nanti akhir tahun targetnya teraliri semuanya, tapi minus pulau kecil-kecilnya ya, karena pulau kecil membutuhkan perlakuan khusus," kata Ganjar, di Karimunjawa, Sabtu (2/1/2016).

Sejauh ini, listrik di Karimunjawa menjadi hambatan utama. Listrik menyala hanya 12 jam menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik Pemkab Jepara.

Seiring dengan beban listrik yang kian tinggi, kebutuhan untuk menambah daya semakin kuat. Pemerintah Jepara tidak sanggup menanggung beban subsidi bahan bakar solar untuk PLTD yang terus membengkak.

Akhirnya, pengelolaan listrik mulai dialihkan dari PLTD milik Pemkab Jepara menjadi pengelolaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Indonesia Power (IP).

Pada awal tahun ini, hingga Juli 2016 listrik akan naik menjadi 18 jam per hari. Hal itu dimulai dari mulai berlakunya Indonesia Power sebagai pengelola listrik sejak 1 Januari 2016 kemarin.

"Ini sudah mulai peralihan dari PLTD ke Indonesia Power. PLTD sudah nggak kuat beli solar bersubsidi. Kami sudah minta PLN, karena ini bentuk pelayanan dasar masyarakat," tambah dia.

Jika nantinya telah teraliri penuh 24 Jam, Ganjar yakin potensi wisat di Karimunjawa bisa berkembang dengan cepat.

"Masuknya listrik nanti akan jadi perubahan besar, karena energinya banyak. Kebutuhan elektronik meningkat, dampaknya luas sekali," ungkap Ganjar.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki menambahkan, listrik di Karimunjawa menjadi masalah pelik di masyarakat. Apalagi, harga dasar listrik di tempat ini mencapai Rp 2500 per KWH.

Selama menggunakan PLTD, Pemkab Jepara menggelontorkan subsidi sebanyak Rp 4 hingga Rp 5 Miliar pertahun. Subsidi itu pun terasa masih kurang hingga minta bantuan ke Gubernur.

"Peralihannya sudah, tanggal 23 Desember 2015 kemarin sudah ditandatangani pengalihan pengelolaan. Semula, dari PLTD yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah, sekarang sudah diambil alih oleh IP. Ketentan itu berlaku mulai 1 Januari kemarin," timpal Marzuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X