Isu Santet Marak di Probolinggo, Polisi Gunakan "Sumpah Pocong" Atasi Konflik Warga

Kompas.com - 30/12/2015, 15:28 WIB
Kapolres AKBP Iwan Setiawan menunjukkan foto korban pembunuhan, di belakang para tersangka. Ahmad FaisolKapolres AKBP Iwan Setiawan menunjukkan foto korban pembunuhan, di belakang para tersangka.
|
EditorSabrina Asril
PROBOLINGGO, KOMPAS.com- Isu santet yang memicu gejolak masyarakat cukup marak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Bahkan, kasus isu santet juga kerap terjadi sepanjang tahun 2015.

Untuk mengatasi kasus santet itu, Polres Probolinggo pun melakukan pendekatan yang tidak biasa yakni dengan melakukan sumpah pocong kepada para terduga pengguna santet. Hal ini sebaagi alternatif untuk menyelesaikan isu yang terkadang berujung kekerasan tersebut. 

"Tahun 2015 kasus yang dipicu isu santet cukup sering. Karenanya, kami mencari solusi untuk meredam dampak isu santet. Sumpah pocong cukup melegakan masyarakat, itu jadi salah satu alternatif untuk menyelesaikan isu santet," kata Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setiawan, saat ungkap kasus kriminal, lalu lintas, dan narkoba tahun 2015 di Mapolres, Rabu (30/12/2015).

Selain itu, Polres Probolinggo berencana membentuk tim terpadu khusus menangani konflik isu santet. Menurut Iwan, tim terpadu itu terdiri atas Polri, Dinas Kesehatan, MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo terkait pembentukan tim terpadu tersebut. Kami berharap Surat Keputusan (SK) tim terpadu tersebut segera keluar, agar tim bisa segera bekerja," jelasnya.

(Baca: Bakar Kemenyan, Warga Ini Dituduh Punya Santet dan Diusir dari Desanya)

Bila melihat fakta, kasus isu santet cukup marak di Probolinggo. Dalam catatan Kompas.com, warga sangat mudah terpancing isu santet, dan tak segan mengepung rumah warga yang dituduh punya santet.

Isu santet belakangan terjadi di Desa Kalibuntu dan Sidopokso kecamatan Kraksaan, serta Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan.

Di Desa Kalibuntu yang cukup sering dihebohkan dengan isu santet, belum lama ini terjadi aksi penggerebekan dan perusakan rumah warga yang dituduh punya santet.

(Baca: Dituding Dukun Santet, Kakek 75 Tahun Nyaris Dikeroyok Warga)

Di Sidopokso, seorang warga terpaksa keluar dari desa tersebut lantaran dituduh punya santet oleh iparnya. Padahal, warga yang diusir dari desanya itu mengaku hanya bakar kemenyan agar dagangan sayurnya laris.

Di Desa Penambangan, seorang warga juga dituduh punya santet hanya karena memendam sesuatu yang diberikan oleh kiai, demi keselamatan keluarganya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Regional
3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Regional
Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Regional
Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Regional
Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X