Kompas.com - 23/12/2015, 14:12 WIB
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, dinilai tidak serius dalam mengatasi persoalan transportasi dan infrastruktur. Ketidakseriusan itu berimbas dengan mulai munculnya beberapa titik kantung parkir, hingga pedagang kaki lima yang berjualan di sejumlah jalan protokol.

“Mestinya tidak boleh begitu. Kalau memang sudah dilarang harus dilaksanakan, diawasi,” kata Pakar Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijawarno, Rabu (23/12/2015).

Di jalan protokol di Kota Semarang, di Jalan Pandanaran misalnya sejumlah titik parkir terlihat. Pedagang kaki lima juga kerap memajang dagangannya di trotoar sepanjang Jalan Pandanaran.

Menurut Djoko, hal tersebut membuktikan pemerintah tak pernah serius menangani masalah-masalah warganya. Pihaknya menuding bahwa pemerintah lebih sibuk hanya mempersiapkan peresmian, namun tidak disertai dengan perawatan dan pengawasan.

“Akibatnya setelah beberapa saat diresmikan, kondisinya berubah jadi seperti semula,” tambah Djoko.

Selain masalah tersebut, Djoko meminta masyarakat untuk lebih kritis pada kondisi jalan selama musim penghujan. Hujan yang mengguyur beberapa hari belakang berimbas pada jalanan di Semarang menjadi rusak dan berlubang.

Jalan berlubang bahkan sempat memakan korban jiwa di wilayah Kecamatan Gunung Pati. Atas hal itu, Joko minta Pemkot Semarang untuk ikut bertanggungjawab. Kerusakan jalan segera diperbaiki. Jika tidak, ia menyarankan masyarakat untuk menggugat pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kemarin di Gunungpati ada yang meninggal karena jalan rusak. Sebenarnya warga bisa saja menuntut Pemkot Semarang sesuai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” saran dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.