Kompas.com - 22/12/2015, 14:32 WIB
Arman (30), warga Kelurahan Lamangga, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, ini sudah hampir setahun melakukan usaha pengolahan sampah. KOMPAS.com/ DEFRIATNO NEKEArman (30), warga Kelurahan Lamangga, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, ini sudah hampir setahun melakukan usaha pengolahan sampah.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BAUBAU, KOMPAS.com - Tumpukan sampah karton dus kemasan terlihat menumpuk di salah satu sudut ruangan di dalam sebuah gudang yang berdinding papan kayu.

Di depan gudang terlihat banyak tumpukan sampah plastik dari minuman yang terbungkus dalam karung besar.

Seorang lelaki berkulit agak hitam, dengan cekatan membersihkan satu per satu gelas plastik dengan pisau dan kemudian memasukan dalam karung plastik.

Arman (30), warga Kelurahan Lamangga, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, ini sudah hampir setahun melakukan usaha pengolahan sampah.

“Mungkin sebagian orang tidak mau bekerja mengolah sampah seperti saya ini. Tapi dari sampah ini, saya bisa mencukupi anak dan istri saya serta enam karyawan saya,” kata Arman, Selasa (22/12/2015).

Dari hasil mengumpulkan sampah, Arman mengaku bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp 15 juta tiap bulannya.

Awal mulanya, lelaki yang hanya mengenyam pendidikan sampai di bangku SMP ini mengaku bekerja mengumpulkan sampah kepada orang lain. Ia terus belajar hingga dipercaya untuk menjadi asir di pengolahan sampah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah 10 tahun bekerja dengan orang lain, Arman kemudian mencoba melakukan usaha sendiri setelah mempunyai modal sendiri.

“Setelah modal saya terkumpul, saya coba lakukan sendiri. Mulanya karyawan saya hanya dua orang, tapi sekarang sudah ada enam orang. Mereka ada yang sekolah ada juga yang tidak sekolah," kata dia.

"Mereka ada yang mencari sampah ada juga yang menjaga di sini,” tutur dia lagi.

Sampah yang dikumpulkan yakni sampah plastik, kartus dus kemasan, besi tua dan kertas. Sampah tersebut dipilah-pilah dan dikumpulkan satu macam jenisnya dan kemudian ia jual ke produsen pengolahan sampah.

“Kalau ada yang datang bawa sampah, kami timbang kemudian kami beli sampahnya. Kalau kertas, harganya Rp 1.200 per kilogram, besi Rp 2.000 per kilogram, dan plastik Rp 2.000 per kilogram. Tapi harganya masih naik turun,” ucap Arman.

Bila mengingat perjuangannya, ayah dari empat orang anak ini, mengaku sangat mensyukuri keadaannya yang sekarang. Ia selalu mendapatkan dukungan dari istrinya, Wa Tema.

“Saya sangat bersyukur, ada istri yang selalu mendukung dan tidak malu dengan pekerjaan saya. Bagi saya adalah selalu berusaha dan selalu kuat. Jangan malu dengan pekerjaan kita yang penting pekerjaan itu halal,” ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.