"Kalau Ojek yang Kecil Ini Dilarang, Bagaiaman Hidup Keluarga di Rumah?

Kompas.com - 18/12/2015, 12:26 WIB
Pangkalan Ojek di Perempatan Condongcatur Depok Sleman KOMPAS.com / wijaya kusumaPangkalan Ojek di Perempatan Condongcatur Depok Sleman
|
EditorIcha Rastika
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - "Jangan kami," kata Thomas (57), seorang pengemudi ojek di perempatan Condongcatur, Depok, Sleman saat mendengar sepeda motor dinyatakan tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum, Jumat (18/12/2015).

Thomas mengaku sudah 30 tahun menjadi pengemudi ojek pangkalan. Meskipun penghasilannya kecil, Thomas mengandalkan pekerjaan tersebut untuk menghidupi keluarganya.

"Kalau kami yang kecil ini juga ikut dilarang, lalu bagaimana dengan hidup keluarga di rumah? Kami kerja apa?" ucap dia.

Diakui Thomas, selama ini daerah operasi ojek pangkalan tidak pernah jauh dan hanya melewati jalan-jalan kampung. (Baca: Sudah Dilarang, Go-Jek Masih Angkut Penumpang)

Selain itu, ia dan teman-teman di pangkalan kerap mendapat pendampingan dari pihak kepolisian mengenai taat berlalu lintas.

"Kita ini jadi percontohan ojek taat lalu lintas di Sleman. Motor selalu kami cek, penumpang juga pakai helm, dan tidak pernah ngebut," ujar Thomas.

Ia juga meminta pemerintah mencarikan solusi bagi pengemudi ojek jika memang sepeda motor dianggap tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. (Baca: Larangan Sepeda Motor untuk Angkutan Juga Berlaku untuk Ojek Pangkalan)

"Kami hanya masyarakat kecil yang mencari uang kecil dengan halal. Jadi lindungi kami jangan matikan kami," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Regional
17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

Regional
Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Regional
Hasil Survei 2 Lembaga, Andi Harun-Rusmadi Ungguli 2 Pesaingnya di Pilkada Samarinda

Hasil Survei 2 Lembaga, Andi Harun-Rusmadi Ungguli 2 Pesaingnya di Pilkada Samarinda

Regional
Konflik Internal, Kader PDI-P di Kabupaten Malang Alihkan Dukungan ke Paslon Lain

Konflik Internal, Kader PDI-P di Kabupaten Malang Alihkan Dukungan ke Paslon Lain

Regional
Dari 10 Lembaga Survei di Pilkada Surabaya, 7 Unggulkan Eri Cahyadi-Armuji, Sisanya Machfud Arifin-Mujiaman

Dari 10 Lembaga Survei di Pilkada Surabaya, 7 Unggulkan Eri Cahyadi-Armuji, Sisanya Machfud Arifin-Mujiaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X