Keluarga Korban Tewas "Speedboat" Akan Terima Santunan Rp 25 Juta

Kompas.com - 17/12/2015, 09:59 WIB
Seorang warga mencari nama keluarga dalam daftar korban yang dinyatakan hilang oleh Basarnas di Posko SAR Pelabuhan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (14/12/2015). KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWANSeorang warga mencari nama keluarga dalam daftar korban yang dinyatakan hilang oleh Basarnas di Posko SAR Pelabuhan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (14/12/2015).
|
EditorCaroline Damanik
KUBU RAYA, KOMPAS.com - Keluarga korban tewas dalam kecelakaan speedboat Indo Kapuas Ekspress akan mendapat santunan sebesar Rp 25 juta.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat Nasir Obbed mengatakan, pihaknya akan segera mengucurkan biaya santunan untuk keluarga korban tewas yang sudah ditemukan terlebih dahulu sembari menunggu pencarian korban yang belum ditemukan.

"Saat ini masih ada satu korban yang masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian. Kita terus monitor perkembangannya, sedangkan untuk 13 korban meninggal akan segera disalurkan santunannya" kata Nasir, Rabu (16/12/2015).

Selain itu, biaya perawatan korban luka-luka juga akan dijamin. Tercatat, ada 22 korban luka yang dirawat di Puskesmas Rasau Jaya dan 2 korban yang di rujuk ke Rumah Sakit TNI AU.

Rencananya, penyerahan santunan akan dilakukan di Kantor Kecamatan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (17/12/2015). Penyerahan santunan pun akan langsung disalurkan kepada masing-masing ahli waris sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

"Yang berhak menerima santunan adalah janda atau dudanya, kalau tidak ada maka diberikan kepada anak-anaknya, jika tidak ada kita berikan kepada orangtua kandung yang sah. Namun, jika tidak ada ahli warisnya kita berikan biaya penguburan," ucap Nasir.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di perairan Olak-olak Pinang, Kacamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (13/12/2015). Kecelakaan kapal angkut penumpang jurusan Padang Tikar-Rasau Jaya terjadi setelah menabrak potongan kayu di permukaan Sungai Kapuas.

Berdasarkan data yang dirilis Kantor SAR Pontianak, speedboat tersebut mengangkut sebanyak 53 orang penumpang. Jumlah tersebut melebihi kapasitas seharusnya yang hanya 40 orang.

Hingga hari keempat pencarian, Rabu (16/12/2015), masih ada satu dari sepuluh korban yang belum ditemukan bernama Ipin, berusia 6 tahun. Sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sedangkan 39 orang berhasil selamat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X