Gara-gara Pesawat "Delay", Petugas Lion Air Dihajar Penumpang

Kompas.com - 16/12/2015, 15:25 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
EditorCaroline Damanik
BATAM, KOMPAS.com — Febri, petugas maskapai Lion Air Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, dihajar penumpang Lion Air, Rabu (16/12/2015) sekitar pukul 11.30 WIB.

Penumpang yang hendak berangkat ke Silangit, Medan, itu awalnya sedang antre di ruang tunggu penumpang A9.

Namun, karena pesawat ditunda keberangkatannya selama tiga jam dari pukul 09.00 WIB, penumpang tersebut emosi dan langsung memukul Febri.

"Dia emosi pesawat delay terus. Jadi, dipukulnya petugas Lion," kata seorang anggota polisi.

Tak berselang lama, pihak Kepolisian Sektor Bandara Hang Nadim, Batam, mengamankan seorang pria yang diduga memukul petugas maskapai tersebut.

Pelaku dibawa ke Polsek Bandara Hang Nadim untuk dimintai keterangan, sedangkan Febri dilarikan ke Rumah Sakit Alam Sehat untuk divisum.

"Kata petugas di dalam, pelaku pukul korban sehingga ada merah di leher, tetapi langsung pergi visum," kata seorang anggota polisi.

Sampai saat ini, pihak kepolisian Bandara Hang Nadim belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kejadian itu.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X