Kompas.com - 12/12/2015, 20:36 WIB
Kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Rasiyo dan Lucy Kurniasari (kiri) serta Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana (kanan). Surya/Ahmad Zaimul HaqKedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Rasiyo dan Lucy Kurniasari (kiri) serta Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana (kanan).
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Cabang Kota Surabaya Partai Demokrat mengakui kekalahan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya karena perolehan suara pasangan petahana Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana lebih banyak.

"Dari semua hitung cepat, pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari sangat jauh tertinggal dan kami akui itu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya Hartoyo kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.

Di beberapa lembaga survei hitung cepat untuk Pilkada Surabaya, mayoritas memenangkan pasangan petahana di atas 80 persen.

Kendati demikian, pihaknya masih tetap memantau dan menunggu hasil rekapitulasi manual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya yang saat ini masih dalam tahap penghitungan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Hormati hasil penghitungan suara KPU dan apapun hasilnya pasti kami menerima karena sudah melalui proses demokrasi yang baik," ucap anggota DPRD Jatim tersebut.

Selain mengakui kekalahannya, Partai Demokrat juga belum menemukan pelanggaran yang bersifat berat sehingga sangat kecil kemungkinan menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil Pilkada yang berlangsung 9 Desember 2015.

"Inventarisasi pelanggaran terus kami kumpulkan, tapi sampai sekarang belum ada yang kategori berat," katanya.

Kepada pasangan yang diusungnya bersama Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Rasiyo dan Lucy Kurniasari, pihaknya meminta tetap semangat dan berjiwa besar melihat fakta dan hasil yang memang tidak diinginkannya.

"Sudah ada kesepakatan siap menang dan siap kalah. Kalau faktanya nanti tidak sesuai harapan maka mau tidak mau harus diterima dengan jiwa besar," katanya.

Sementara itu, bukan bermaksud mencari kambing hitam, kata dia, salah satu faktor yang membuat pasangan Rasiyo-Lucy kalah adalah kurangnya sosialisasi mengingat mepetnya waktu penunjukan keduanya mendaftar sebagai pasangan calon.

"Waktu sosialisasi sangat sempit, ditambah peraturan KPU yang alat peraga kampanyenya hanya dari penyelenggara Pilkada, membuat masyarakat kurang mengenal dan bergairah dengan pesta demokrasi kali ini," katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X