Banyak Warga Kerja di Luar Kota, Partisipasi Pilkada Demak Rendah

Kompas.com - 10/12/2015, 22:16 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi
|
EditorErvan Hardoko

DEMAK,KOMPAS.com - Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Demak yang digelar Rabu (9/12/2015), tergolong rendah.

Dari 858.300 pemilih yang masuk DPT, sebanyak 579.493 pemilih atau 67,52 persen menggunakan hak pilihnya, sedangkan 278.807 atau 32,48 persen adalah golput.

Rendahnya tingkat partisipasi pemilih, dipengaruhi banyak faktor salah satunya banyak warga Demak yang masuk DPT tapi bekerja ke luar kota atau "boro".

"Warga enggan pulang ke rumah hanya sekedar untuk nyoblos, karena biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi," kata Ulin Nuha, anggota Panwas Kabupaten Demak.

Selain itu minimnya partisipasi pemilih, juga dipengaruhi tingkat kesadaran pendidikan berpolitik masyarakat yang masih rendah.

Faktor politik uang juga ikut mempengaruhi partisipasi pemilih, masih ada warga yang berharap "angpao" dari pasangan calon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alhasil, mereka yang tidak mendapat "sodaqoh politik" tidak menggunakan hak pilihnya dalam pilkada.

"Fakta di lapangan ada "serangan fajar" dan "serangan dhuha", repotnya politik uang tidak ada pidananya. Tidak ada ketentuan pidana yang mengatur politik uang," tutur Ulin.

"Pendidikan politik sangat dibutuhkan, agar masyarakat memilih calon pemimpin bukan hanya semata-mata karena diberi uang Rp 15.000," tambah dia.

Menurut Choirul Saleh, Ketua Panwas Kabupaten Demak, rendahnya tingkat partisipasi pemilih menjadi tanggungjawab penyelenggara pemilu, pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya.

"Ini yang harus kita cari solusinya, bagaimana agar ke depan tingkat partisipasi pemilih bisa tinggi," tutur Choirul.

"Kita dorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak piilihnya, karena memilih pemimpin merupakan suatu kewajiban," imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad RIfai, Ketua Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD), menilai tingginya angka golput lebih pada lemahnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Demak.

Selain itu masyarakat juga beranggapan berulang kali pergantian pemimpin tidak berpengaruh banyak pada kehidupan mereka.

"Masyarakat tidak percaya lagi dengan segala bentuk pemilihan. Pilkada hanya menguntungkan para elit saja," kata Rifai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X