Gubernur Ganjar Akui Sulit Berantas Pungli di Kepolisian dan Samsat

Kompas.com - 10/12/2015, 21:23 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kompas.com/Nazar NurdinGubernur Jateng Ganjar Pranowo
|
EditorErvan Hardoko

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku belum bisa berbuat banyak dalam memberantas praktik percaloan dan pungutan liar dalam semua proses pelayanan masyarakat.

Pemberantasan belum bisa segera dilakukan karena mencakup instansi lain, salah satunya pungli di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

“Saya nggak bisa menghukum mereka, juga nggak bisa kasih pembinaan. Saya hanya bisa coba sanksi dengan melaporkan ke institusinya, kemudian diganti,” kata Ganjar, Kamis (10/12/2015).

Ganjar mengakui, korupsi di bagian pelayanan, terutama pada proses pelayanan kendaraan bermotor sangat rentan memunculkan pungli.

Pungli dengan menarik uang secara langsung juga kerap berganti dengan modus baru dengan lebih rapi.

“Korupsi di kepolisian itu masih banyak, sulit untuk berubah jika dilakukan mendadak,” tambahnya.

Berdasarkan fakta itulah, Ganjar mengusulkan agar para calo yang berkeliaran di Samsat untuk dilegalkan menjadi biro jasa.

Biro jasa ini ditentukan besaran tarifnya, dan pendapatannya dikenakan pajak penghasilan.

“Tapi upahnya gak usah terlalu banyak, yang meringankan masyarakat. Jadi, kalau tidak bisa sendiri bisa melalui biro jasa dengan tarif yang jelas,” ujar dia.

Salah satu personel kepolisian, Agus Priyanto dalam perbincangan dengan Gubernur dalam acara “Mas Ganjar Menyapa” mengatakan, praktik pungli terus terjadi dengan modus yang beragam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Regional
Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Regional
Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Regional
Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Regional
Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Regional
Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Regional
PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

Regional
Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Regional
Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Regional
Gunung Merapi Kembali Meletus, Tinggi Kolom Capai 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Meletus, Tinggi Kolom Capai 3.000 Meter

Regional
Lagi, 2 Pasien Positif Corona di Kota Jayapura Meninggal Dunia

Lagi, 2 Pasien Positif Corona di Kota Jayapura Meninggal Dunia

Regional
Sebut Muslim Menjadi Kafir jika Tak Shalat Jumat, Seorang Khatib Diamankan Polisi

Sebut Muslim Menjadi Kafir jika Tak Shalat Jumat, Seorang Khatib Diamankan Polisi

Regional
Jadi Pasien Positif Covid-19 Pertama di NTT, YouTuber Ini Umumkan Hasil Tes Swab Lewat YouTube

Jadi Pasien Positif Covid-19 Pertama di NTT, YouTuber Ini Umumkan Hasil Tes Swab Lewat YouTube

Regional
Mereka yang Pulang ke Indonesia di Tengah Wabah Corona

Mereka yang Pulang ke Indonesia di Tengah Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X