Kompas.com - 09/12/2015, 18:37 WIB
Ilustrasi: Petugas mengecek kelengkapan logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di Ruang Penyimpanan Logistik Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tamansari di Kantor Kelurahan Tamansari, Kecamatan TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWANIlustrasi: Petugas mengecek kelengkapan logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di Ruang Penyimpanan Logistik Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tamansari di Kantor Kelurahan Tamansari, Kecamatan
|
EditorBayu Galih

SAMARINDA, KOMPAS.com - Angka golput di Samarinda mencapai 53,42 persen, dalam pelaksanaan Pilkada Kota Samarinda, Rabu (9/12/2015).

Hal ini diketahui dari hasil hitung cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survey Kebijakan Publik (LSKP) untuk Pilkada Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sehingga, dari jumlah tersebut angka partisipasi pemilih di Kota Samarinda hanya sebesar 46,58 persen.

Menurut Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono, hitung cepat tersebut melalui pengambilan sampel pada 229 TPS, dengan proporsional untuk mewakili 1.580 TPS se-Samarinda.

“Pengambilan sampel itu sudah berdasar hitungan cepat dan tepat, partisipasi warga Samarinda masih di bawah rata-rata, karena angka golput lebih tinggi dari angka pemilih,” ujarnya.

Dijelaskan Sunarto, rendahnya tingkat partisipasi pada Pilkada kali ini, bukan karena faktor ideologis. Namun, ini lebih disebabkan karena beberapa faktor teknis.

"Dari pantauan relawan kami, banyak pemilih yang tidak mendapatkan undangan untuk memilih. Itu salah satu faktor teknis yang paling sering terjadi di lapangan,” ujar Sunarto.

Meski demikian, Sunarto tidak menjelaskan lebih jauh, mengapa undangan pencoblosan tidak sampai ke tangan masyarakat.

"Nah itu saya tidak tahu pasti, tapi masalah itu yang sering ditemukan di suatu daerah," kata dia.

Selain itu, faktor hari libur juga memengaruhi tingginya angka golput.

"Bagi warga perkotaan, hari libur adalah libur dari semua aktivitas dan mereka memilih liburan. Berbeda dengan masyarakat di pedesaan yang tidak punya pilihan lain selain ke TPS saat liburan," ujar Sunarto.

Sementara itu, calon kepala daerah tidak menjadi faktor angka golput. "Faktor ideologis seperti tidak adanya calon yang sesuai keinginan pemilih dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap tingginya angka golput di Samarinda," tuturnya. 

Diketahui, pada Pilkada Samarinda pasangan petahan Syaharie Jaang – Nusyirwan Ismail memenangkan pertarungan Pilkada Kota Samarinda.

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survey Kebijakan Publik (LSKP), Jaang – Nusyirwan unggul 76,80 persen dari pasangan Mudiyat – Iswandi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X