Terkendala Visa, Tim Penari Bali Batal Tampil di UNESCO

Kompas.com - 02/12/2015, 22:47 WIB
Sebanyak 135 pelajar sekolah dasar dari 45 sanggar tari bertarung pada perlombaan tari Legong Keraton Lasem di panggung Puri Satria, Denpasar, Minggu (8/2/2015). Perlombaan ini kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dan Puri Satria untuk kembali menghidupkan tari Legong mulai usia dini. KOMPAS/AYU SULISTYOWATISebanyak 135 pelajar sekolah dasar dari 45 sanggar tari bertarung pada perlombaan tari Legong Keraton Lasem di panggung Puri Satria, Denpasar, Minggu (8/2/2015). Perlombaan ini kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dan Puri Satria untuk kembali menghidupkan tari Legong mulai usia dini.
|
EditorErvan Hardoko

DENPASAR, KOMPAS.com - Setelah UNESCO resmi menetapkan sembilan tari tradisional Bali, rasa syukur dipanjatkan Pemprov Bali.

"Ini satu penghargaan buat kita masyarakat Bali, bangsa Indonesia. Kita bangga warisan dan bersyukur budaya kita diakui oleh dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Bali, I Dewa Putu Beratha, Denpasar, Rabu (2/12/2015).

Pakar budaya Bali, Prof I Wayan Dibia yang turut mengawal pengajuan ke UNESCO ini menyampaikan jumlah tarian tradisional Bali dan variasinya sangat banyak.

Sementara yang diajukan ke UNESCO hanya sembilan tarian. Sebenarnya, sembilan tarian tersebut akan ditampilkan saat ditetapkan, tapi tim penari batal berangkat.

"Rencananya kami bersama tim akan menyuguhkan tarian yang ditetapkan sebagai WBD-TB tersebut. Berhubung terkendala visa, kami batal berangkat. Tapi pihak Indonesia dari pemerintah pusat kan sudah mewakili," kata Prof Dibya.

Bahkan, Prof Dibya dan Prof Made Bandem yang akan menjadi delegasi, sudah sempat melakukan gladi bersih bersama penari lainnya beberapa hari lalu.

"Kami sudah mengirim dalam bentuk video film yang diputar saat penetapan malam ini," tambahnya.

Sidang yang digelar untuk penetapan UNESCO, sembilan tari tradisional Bali dari Indonesia mendapat urutan 18 dari jumlah keseluruhan 35 dari berbagai negara di dunia.

Sembilan tari tradisional Bali tersebut diantaranya Tari Rejang, Tari Sanghyang Dedari, Tari Baris Upacara, Tari Topeng Sidhakarya atau Topeng Pajegan, Drama Tari Gambuh, Drama Tari Wayang Wong, Tari Legong Keraton, Tari Joged Bumbung, dan Tari Barong "Ket Kuntisraya".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X