UNESCO Tetapkan Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda

Kompas.com - 02/12/2015, 22:15 WIB
Sebanyak 135 pelajar sekolah dasar dari 45 sanggar tari bertarung pada perlombaan tari Legong Keraton Lasem di panggung Puri Satria, Denpasar, Minggu (8/2/2015). Perlombaan ini kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dan Puri Satria untuk kembali menghidupkan tari Legong mulai usia dini. KOMPAS/AYU SULISTYOWATISebanyak 135 pelajar sekolah dasar dari 45 sanggar tari bertarung pada perlombaan tari Legong Keraton Lasem di panggung Puri Satria, Denpasar, Minggu (8/2/2015). Perlombaan ini kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dan Puri Satria untuk kembali menghidupkan tari Legong mulai usia dini.
|
EditorTri Wahono
DENPASAR, KOMPAS.com — The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) akhirnya menetapkan tari Bali ke dalam daftar warisan budaya dunia tak benda.

Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang UNESCO di Windhouk, Namibia, Afrika, Rabu (2/12/2015).

"Tiga genre tari tradisional Bali, Indonesia, tercatat pada 2015 ke dalam daftar warisan budaya tak benda," demikian informasi di situs web UNESCO.org.

Sebelumnya, Prof Made Bandem, tokoh budaya Bali, di Denpasar, Rabu, menjelaskan, tari-tarian Bali dipentaskan menjadi tiga fungsi, yakni untuk sarana upacara, iringan upacara keagamaan Hindu, dan sebagai tontonan maupun hiburan khalayak umum.

"Tari tradisi Bali adalah tarian yang melanjutkan tradisi yang sudah lama berkembang di Bali sejak zaman prasejarah hingga sekarang," katanya.

Menurut dia, tari-tari tradisional Bali tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Selain itu, menarikan tari tradisi Bali membangun rasa saling menghormati dan kerja sama antara penarinya serta komunitas kelompok dan perorangan terkait tarian tradisi Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Berata mengatakan, ada sembilan jenis tari yang diajukan ke UNESCO, yakni tari rejang, rari sanghyang dedari, tari baris upacara, tari topeng, drama tari gambuh, drama tari wayang wong, tari legong keraton, tari joged bumbung, dan tari barong "ket kuntisraya".

Sesuai informasi di situs web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam rangkaian sidang UNESCO di Namibia, sembilan tari tersebut dipresentasikan dan dirangkai menjadi mozaik tari berjudul Nawa Sari yang mencerminkan inti sari sembilan tarian tersebut. 

Mozaik tari Nawa Sari yang berdurasi selama empat dan enam menit itu memberikan gambaran kepada UNESCO mengenai inti sari sembilan tari Bali yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

Kompas TV 9 Tarian Bali Dipatenkan UNESCO



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X