Kompas.com - 02/12/2015, 21:40 WIB
Ilustrasi sekolah KOMPAS.com/JunaediIlustrasi sekolah
EditorErvan Hardoko

SUMENEP, KOMPAS.com - Sejak sekolah mereka ambruk akibat diterpa angin kencang, sekitar 90 siswa SDN Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, terpaksa belajar di bawah tenda pramuka bekas.

Meski harus belajar dalam kondisi memprihatinkan, para guru dan muridnya bersemangat, kendati teriknya matahari menyelinap lewat lubang-lubang di tenda bekas tersebut.

‘’Demi anak-anak dan keberlangsungan pendidikan siswa, kami harus rela belajar dan mengajar didalam tenda bekas ini,’’ ujar Bahol, Wakil Kepala SDN Tambuko, Rabu (3/12/2015).

Sejak tiga hari lalu, bangunan sekolah mereka yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh bantuan perbaikan dari pemerintah, hancur rata dengan tanah.

Bangunan sekolah sisa bangunan SD Inpres tahun 1970-an itu sudah tidak tahan menahan terpaan angin kencang.

‘’Tak sekalipun bangunan SD Inpres ini mendapat bantuan perbaikan. Mungkin karena bangunan ini sudah uzur, sehingga ketika ada angin kencang sedikit langsung ambruk dengan tanah,’’ lanjut Bahol.

Tetapi tidak semua siswanya belajar di bawah tenda bekas, sebagian siswa belajar di balai desa setempat yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

‘’Kami berkali-kali mengajukan proposal bantuan rehab ke Pemkab Sumenep. Tapi selalu kandas dan tak pernah mendapat tanggapan, hingga bangunan ini ambruk,’’ jelasnya.

Bahol menambahkan, di masal lalu SDN Tambuko pernah menjadi SD percontohan di wilayah Gugus IV dan dinyatakan yang terbaik.

Tetapi karena mungkin karena pernah menjadi yang terbaik itulah maka sekolah ini malah dilupakan dan tak diperbaiki.

‘’Walau sudah bertahun-tahun bangunan ini tampak masih kokoh, tetapi aslinya sudah banyak yang rapuh, utamanya atap dan plafon di empat ruang dari lima ruang kelas yang ada,’’ imbuhnya.

Siswa kelas II dan kelas III, mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah tenda bekas di halaman sekolah. Sedangkan siswa kelas IV dan V, ditempatkan di balai desa.

Sedangkan untuk siswa kelas I dan kelas VI, mengikuti KBM ditempatkan di ruang perpustakan dan itupun mereka harus berdesak-desakan, karena ruang perpustakaan sangat sempit.

Sayangnya, Kepala UPT Dinas Pendidikan, Kecamatan Guluk-Guluk, tidak dapat dikonfirmasi terkait ambruknya bangunan SD Tambuko tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.