Kompas.com - 01/12/2015, 13:40 WIB
Salah seorang driver Go-jek melakukan orasi di halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (1/12/2015). Mereka memprotes kebijakan PT Go-jek Indonesia yang melakukan suspend massal. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANISalah seorang driver Go-jek melakukan orasi di halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (1/12/2015). Mereka memprotes kebijakan PT Go-jek Indonesia yang melakukan suspend massal.
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com — Aksi skors massal PT Go-Jek Indonesia dikecam oleh para pengemudinya karena dilakukan secara sepihak dan tanpa penjelasan.

Hal itu bermula saat sejumlah pengemudi Go-Jek tiba-tiba tak bisa mengambil orderan, Senin (30/11/2015).

Para pengemudi yang terkena suspend mendapat pesan singkat dari pihak manajemen Go-Jek yang mengharuskan mereka membayar denda dengan nominal bervariasi.

"Kemarin, pukul 10.00 pagi, pas dapat orderan, tidak bisa diterima. Ada tulisan 'Maaf booking Anda gagal, tidak bisa menerima order karena telah di-suspend oleh manajemen'," kata pengemudi Go-Jek berinisial N dalam aksi di halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (1/12/2015).

Pria berusia 35 tahun itu melanjutkan, tak berselang lama, dia kembali mendapat pesan singkat yang berisikan harus membayar denda Rp 5,5 juta. Menurut dia, denda tersebut berlaku untuk para pengemudi yang melakukan pelanggaran, salah satunya melakukan order fiktif.

"Mereka bilang punya bukti (pelanggaran). Pertanyaan saya satu kepada Go-Jek, order fiktif itu seperti apa? Kalau ada yang order, kan masuk handphone kami," ujarnya.

Nasib serupa juga dialami Budi (29). Tanpa sebab yang jelas, dia mendapat pesan singkat dari manajemen Go-Jek yang mengharuskannya membayar denda sebesar Rp 26 juta.

"Saya enggak tahu mesti bilang apa. Padahal saya baru tiga bulan narik," ungkapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.