"Sulit, Sosialisasi Kondom Dikira Legalkan Seks Pranikah"

Kompas.com - 01/12/2015, 07:30 WIB
Chaidir, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) Lhokseumawe KOMPAS.COM/MASRIADIChaidir, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) Lhokseumawe
|
EditorGlori K. Wadrianto

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) Lhokseumawe melakukan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS, para lesbi, gay, biseksual, dan transjender (LGBT), di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Bireuen.

“Data yang kami peroleh dari rumah sakit dan klinik menunjukkan sebagian penderita HIV/AIDS itu kalangan pegawai negeri sipil. Mereka kelompok berduit," ujar Chaidir, Direktur YPAP, mengawali pembicaraan dengan Kompas.com, Senin (30/11/2015).

"Saya sosialisasi HIV, di situ mereka marah, mereka merasa tau semua tentang HIV, dan saya terbiasa dilempari piring saat bicara penyakit ini," sambung Chaidir.

Sejak 2006 lalu hingga kini, Chaidir bersama sejumlah pegiat lainnya terus melakukan sosialisasi pencegahan penularan penyakit mematikan itu.

Secara statistik, saat ini penderita HIV/AIDS di Aceh Utara sebanyak 54 orang, Kota Lhokseumawe 32 orang dan Kabupaten Bireuen sebanyak 26 orang.

Angka itu, menurut Chaidir, adalah angka statistik yang bisa diakses aktivis lembaga swadaya masyarakat, dinas kesehatan, dan komite penanggulangan AIDS tingkat kabupaten/kota.

Terlihat dalam data itu, Aceh Utara merupakan kawasan dengan jumlah terbanyak penderita HIV/AIDS di Aceh.

Kendati demikian, Chaidir memprediksi, Kota Langsa dan Aceh Tamiang memiliki penderita yang banyak. Namun, karena masyarakat kurang terbuka sehingga sulit menjangkau penderita tersebut.

“Pengalaman kami selama ini, umumnya penyebaran penyakit ini karena alat medis yang tidak steril, disusul perilaku seks, dan penggunaan jarum suntik. Masih banyak petugas medis kita yang tidak mengenakan sarung tangan saat merawat pasien,” ujar dia.

Kondom
Selain itu, pegiat YPAP kesulitan melakukan sosialisasi penggunaan kondom pada masyarakat ketika melakukan berhubungan seks berisiko.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X