Kompas.com - 30/11/2015, 16:21 WIB
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berharap para lurah atau kepala desa berperan aktif mengantisipasi praktik pemberangkatan calon TKI secara nonprosedural. Mereka adalah "ujung tombak" penentu lolos dan atau tidaknya calon TKI/TKI berangkat bekerja ke luar negeri.

Demikian dikatakan Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro, Senin (30/11/2015). Di setiap acara sosialisasi kebijakan program penempatan dan perlindungan TKI yang diadakan oleh BNP2TKI, Agusdin selalu mengatakan bahwa mekanisme dan proses pendataan dari dokumen calon TKI/TKI sangat penting.

Pendataan itu antara lain pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), permohonan izin bekerja ke luar negeri dari orangtua dan dari suami/isteri bagi yang berkeluarga, serta dokumen terkait lainnya.

"Semuanya berawal dari kelurahan atau desa. Untuk itu lurah dan kepala desa menjadi ujung tombak dalam mendata berikut merekomendasi dokumen warganya sehingga lurah atau kepala desan itu yang menentukan lolos dan atau tidaknya data calon TKI/TKI untuk kemudian diteruskan dan dapat diproses lebih lanjut hingga berangkat bekerja ke luar negeri," kata Agusdin.

Itulah sebabnya, lanjut dia, para pemimpin desa itu tidak perlu takut menolak warganya karena datanya tidak sesuai.

"Misalnya, usianya belum memenuhi persyaratan untuk menjadi TKI, kemudian minta dituakan. Atau lalu alamatnya juga dipalsukan, dan lain-lain, yang tujuannya agar calon TKI/TKI tersebut dapat diberangkatkan," papar Agusdin.

Agusdin kemudian meminta para luesah dan kepala desa untuk tidak perlu takut dan segan menolak warganya yang meminta diubah umurnya, padahal sebenarnya belum cukup memenuhi persyaratan agar bisa berangkat bekerja keluar negeri untuk menjadi TKI. Dia menjelaskan, memalsukan data atau umur untuk menjadi TKI merupakan awal penyebab masalah.

"TKI yang data atau umurnya dipalsukan itu tinggal tunggu datangnya masalah saja. Cepat atau lambat pasti akan terjadi," katanya.

Persyaratan menjadi TKI bekerja ke luar negeri, jelas Agusdin, minimal berumur 18 tahun untuk bisa menjadi pekerja di sektor formal. Sementara untuk umur minimal 21 tahun akan bisa bekerja di sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), sehat jasmani dan rohani, memiliki keterampilan kerja (skill) sesuai pekerjaan yang dibutuhkan, serta menguasai bahasa negara tempat TKI bekerja.

Syarat lainnya, para calon TKI/TKI perempuan tidak sedang hamil. Mereka juga sudah harus terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, serta memiliki dokumen ketenagakerjaan lengkap.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.